Langgar Aturan Lockdown, Dua Hotel di Nigeria Dihancurkan

    Willy Haryono - 12 Mei 2020 06:26 WIB
    Langgar Aturan Lockdown, Dua Hotel di Nigeria Dihancurkan
    Aktivitas warga di Lagos, Nigeria, 4 Mei 2020. (Foto: Pius Utomi Ekpei/AFP)
    Abuja: Otoritas salah satu negara bagian di Nigeria menghancurkan dua hotel atas dugaan pelanggaran kebijakan penguncian wilayah (lockdown) di tengah pandemi virus korona (covid-19). Gubernur negara bagian Rivers, Nyesom Wike, menegaskan bahwa Edemete Hotel dan Prodest Home harus dihancurkan karena keduanya tetap beroperasi meski sudah ada perintah penutupan.

    Ia mengatakan individu terjangkit covid-19 telah ditemukan dari sejumlah hotel di Rivers. Namun ia tidak menyebutkan apakah ada individu positif covid-19 yang pernah menginap di dua hotel tersebut.

    Manajer Edemete Hotel dan juga Prodest Home telah ditangkap. Namun pemilik Prodest Home membantah tempat usahanya tetap buka di tengah pandemi covid-19.

    "Hotel kami tidak beroperasi, dan 70 persen staf juga telah dirumahkan," kata Gogorobari Promise Needam kepada BBC.

    "Hanya ada tiga orang di dalam hotel. (Pejabat setempat) datang dan meminta suap. Mereka bilang kami diizinkan beroperasi jika kami memberi mereka uang. Tapi kami bilang, kami sudah tidak beroperasi," lanjutnya.

    Pemerintah negara bagian Rivers membantah tudingan tersebut.

    Saat ini, Rivers tercatat memiliki 15 kasus aktif covid-19 dengan dua kematian. Lockdown telah diterapkan di ibu kota Rivers, Port Harcourt, pada Kamis pekan kemarin.

    Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Selasa 12 Mei 2020, total kasus covid-19 di Nigeria mencapai 4.399 dengan 143 kematian dan 778 pasien sembuh.

    Episentrum penyebaran covid-19 di Nigeria berada di Lagos. Namun lockdown di Lagos dan beberapa wilayah lainnya telah dilonggarkan sejak akhir Maret lalu.

    Sejumla pakar hukum mengatakan kepada BBC bahwa langkah penghancuran yang dilakukan Rivers dapat digugat ke pengadilan. Namun otoritas Rivers menegaskan bahwa Wike telah menandatangani sebuah perintah eksekutif yang memberikan dirinya kekuasaan lebih untuk menegakkan aturan lockdown.

    Rivers telah mendapat sejumlah kritikan atas aturan lockdown yang dinilai terlalu ketat. Di Rivers, sejumlah pasar dan toko-toko makanan diwajibkan ditutup meski masuk kategori tempat usaha esensial.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id