Calon Pemimpin Baru ISIS Ditangkap Pasukan Irak

    Fajar Nugraha - 21 Mei 2020 09:01 WIB
    Calon Pemimpin Baru ISIS Ditangkap Pasukan Irak
    Abdulnasser al-Qirdash telah ditangkap oleh pasukan khusus di Irak. Foto: Al-Sumaira
    Baghdad: Pemimpin kelompok teroris Islamic State (ISIS) Abdulnasser al-Qirdash telah ditangkap oleh pasukan khusus di Irak. Penangkapan itu dipastikan dari Intelijen Nasional Irak.

    Baca: Pemimpin ISIS al-Baghdadi Diyakini Tewas dalam Operasi AS.

    "Hari ini, teroris bernama Abdulnasser al-Qirdash, kandidat untuk menggantikan mantan pemimpin ISIS Abubakar al-Baghdadi, ditangkap. Penangkapan terjadi setelah informasi intelijen yang akurat,” pernyataan pihak intelijen Irak, seperi dikutip LBC News, Kamis, 21 Mei 2020.

    Pihak intelijen menyertakan foto Al-Qirdash yang ditangkap dengan kemeja flanel. Diperkirakan Al-Qirdash adalah kandidat favorit untuk menggantikan Abu Bakar al-Baghdadi, yang tewas dalam sebuah operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat di Suriah bagian barat laut pada Sabtu 26 Oktober.

    Tiga anak Baghdadi turuti tewas dalam ledakan itu. Menyusul kematian Baghdadi, al-Qirdash diperkirakan telah mengambil alih kendali sehari-hari dari kelompok teroris itu. Dia dikenal sebagai mantan perwira di pasukan Saddam Hussein, dan disebut pada Agustus sebagai pemimpin kelompok 'urusan Muslim' di ISIS.

    “ISIS kehilangan wilayah teritorial terakhir pada Maret 2019. Namun terlepas dari kekalahannya, kelompok itu diperkirakan masih memiliki sekitar 14.000 hingga 18.000 anggota,” menurut laporan AS.

    Al-Baghdadi dimakamkan di laut oleh pasukan AS setelah meledakkan rompi bunuh diri yang ia kenakan selama operasi di Idlib pada Oktober. Pada saat kematiannya, Presiden AS Donald Trump mengatakan: "AS telah membawa pemimpin teroris nomor satu dunia ke pengadilan. Abu Bakar al Baghdadi sudah mati”.

    “Dia adalah pendiri dan pemimpin ISIS, organisasi teror paling kejam di dunia. Menangkap dan membunuh al Baghdadi telah menjadi prioritas utama pemerintahan saya,” klaim Trump.

    “Pasukan keamanan AS melakukan serangan malam hari yang berbahaya dan berani. Personel AS luar biasa. Tidak ada personil yang hilang dalam operasi. Sejumlah besar pejuang dan rekan Baghdadi terbunuh bersamanya,” sebut Trump saat itu.

    “Dia mati berlari ke terowongan buntu, merengek menangis dan menjerit sepanjang jalan. 11 anak dipindahkan dari rumah dan tidak terluka. Baghdadi telah menyeret tiga anaknya yang masih kecil bersamanya. Dia mencapai ujung terowongan ketika anjing-anjing kami mengejarnya. Dia bunuh diri bersama tiga anaknya,” pungkasTrump.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id