Rouhani: Konflik Armenia-Azerbaijan Bisa Menjadi Perang Kawasan

    Willy Haryono - 07 Oktober 2020 16:04 WIB
    Rouhani: Konflik Armenia-Azerbaijan Bisa Menjadi Perang Kawasan
    Presiden Iran Hassan Rouhani. (Foto: AFP)
    Teheran: Presiden Iran Hassan Rouhani memperingatkan bahaya dari konflik berkelanjutan antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh. Menurutnya, baku tembak di zona konflik tersebut berpotensi meningkat menjadi perang kawasan jika tidak segera dihentikan.

    "Kita semua harus mengawasi agar konflik antara Armenia dan Azerbaijan tidak berubah menjadi perang regional," kata Rouhani dalam sebuah pidato di televisi.

    "Perdamaian adalah hal yang utama, dan kami berharap dapat segera memulihkan stabilitas di kawasan melalui cara damai," sambungnya, dikutip dari laman Yeni Safak pada Rabu, 7 Oktober 2020.

    Ia juga mengatakan bahwa Iran tidak akan membiarkan "negara-negara global mengirim teroris ke perbatasan kami di bawah alasan apapun."

    Komunitas global telah menyerukan agar Armenia dan Azerbaijan berhenti bertempur, sejak konflik antar kedua negara itu kembali meletus pada 27 September. Kedua negara masih terus melancarkan serangan di Nagorno-Karabakh.

    Baca:  Putin dan Macron Desak Azerbaijan-Armenia Genjatan Senjata Penuh

    Pemerintah Azerbaijan bertekad memulihkan wewenang atas Nagorno-Karabakh, sebuah wilayah yang diakui komunitas global sebagai milik negara tersebut. Namun wilayah tersebut kini dikuasai separatis Armenia yang ingin mendeklarasikan kemerdekaan.
     
    Azerbaijan menyebut Armenia mendukung sepenuhnya pergerakan otoritas lokal Nagorno-Karabakh dengan mengirimkan pasukan dan persenjataan berat.

    Sementara dari kubu Armenia, Perdana Menteri Nikol Pashinyan menuding keterlibatan aktif Turki sebagai penyebab meletusnya pertempuran di Nagorno-Karabakh. "Tanpa peran aktif Turki, semua ini tidak akan terjadi," kata PM Pashinyan.
     
    "Keputusan memulai perang (oleh Azerbaijan) dimotivasi dukungan penuh dari Turki," sambungnya.

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres "sangat khawatir atas berlanjutnya" pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di zona konflik Nagorno-Karabakh. Guterres juga khawatir konflik tersebut telah meluas ke sejumlah wilayah sipil.
     
    "Ia mengingatkan semua pihak untuk memenuhi tanggung jawab dalam melindungi masyarakat sipil beserta infrastrukturnya di bawah hukum internasional," ucap juru bicara Guterres, Stephane Dujarric.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id