Penjara Kongo Diserang ISIS, 1.300 Tahanan Melarikan Diri

    Fajar Nugraha - 21 Oktober 2020 14:28 WIB
    Penjara Kongo Diserang ISIS, 1.300 Tahanan Melarikan Diri
    Penjara Kangbayi di Kongo yang diserang ISIS dan menyebabkan 1.300 tahan kabur. Foto: EPA
    Kongo: Sebanyak 1.300 tahanan melarikan diri dari penjara di Kongo. Pejabat setempat menyalahkan kelompok militan atas serangan di penjara dan kamp militer terdekat.

    “Setidaknya 1.300 tahanan melarikan diri dari penjara di Republik Demokratik Kongo pada Selasa 20 Oktober 2020 pagi,” kata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), seperti dikutip The New York Times, Rabu 21 Oktober 2020.

    Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim berada di balik serangan di penjara itu. Seorang pejabat lokal mengaitkan operasi itu dengan kelompok pemberontak setempat. Tetapi Amaq, outlet berita resmi ISIS mengatakan bahwa anggota mereka telah menyerang penjara Kongo.

    Serangan di Beni itu, menargetkan penjara pusat Kangbayi dan kamp militer,” ucap Wali Kota Beni, Modeste Bakwanamaha.

    “Hanya 100 narapidana penjara, yang berjumlah lebih dari 1.400, tetap bertahan, meskipun 20 lainnya kemudian kembali. Sayangnya, penyerang yang datang dalam jumlah besar berhasil mendobrak pintu dengan peralatan listrik," tegas Bakwanamaha.

    Juru Bicara pasukan perdamaian PBB di Kongo, Mathias Gillmann mengatakan, diperkirakan 1.335 tahanan melarikan diri, dan satu narapidana tewas dalam konfrontasi tersebut. Sementara polisi melaporkan dua narapidana tewas ditembak selama penggerebekan. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, penjara itu menahan 1.456 narapidana.

    Gillmann mengatakan bahwa patroli dikirim ke tempat kejadian segera setelah kelompok PBB disiagakan dan bahwa kehadiran kelompok itu di daerah Beni telah diperkuat.

    Sementara Bakwanamaha mengatakan bahwa serangan itu adalah ulah Pasukan Demokrat Sekutu, sebuah kelompok pemberontak dari tetangga Uganda yang telah aktif di Kongo timur selama beberapa dekade. Tetapi kelompok itu telah dikaitkan dengan jaringan keuangan ISIS dalam beberapa tahun terakhir.

    “Sekitar 20 tahanan yang melarikan diri kemudian kembali dan mengatakan bahwa mereka telah diculik oleh Pasukan Demokratik Sekutu,” ucap Bakwanamaha.

    Pejabat di Kongo tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar pada Selasa pagi, dan tidak ada komentar dari halaman Twitter resmi kantor Presiden Félix Tshisekedi. Tshisekedi menjabat tahun lalu setelah mengklaim kemenangan dalam pemilihan presiden yang secara luas dianggap tidak sah.

    Bakwanamaha telah meminta masyarakat untuk membantu menangkap para pelarian dengan melaporkan orang-orang yang mencurigakan. Pelarian tersebut membuat marah penduduk setempat, yang mengatakan hal itu dapat menyebabkan kekerasan lebih lanjut.

    Kongo adalah negara luas yang jangkauan pemerintah pusatnya terbatas, dan Beni terletak di kawasan yang telah lama dilanda kekerasan.

    Serangan pada Selasa tampaknya mencerminkan satu serangan pada 2017, di mana orang-orang bersenjata menyerbu penjara Kangbayi dan membebaskan lebih dari 900 narapidana. Laporan berita lokal pada saat itu mengatakan bahwa para pelaku serangan itu mengaku sebagai anggota Pasukan Demokratik Sekutu.

    Tahun lalu, kantor berita ISIS mengklaim apa yang dikatakannya sebagai serangan pertama kelompok itu di Kongo, dengan mengatakan tentaranya telah menyerang barak militer di daerah Beni, menewaskan delapan orang. Pejabat Kongo membenarkan adanya serangan di daerah tersebut, tetapi mengatakan bahwa penyerangnya berasal dari Pasukan Demokrat Sekutu.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id