Arab Saudi Tegaskan Kembali Dukungan untuk Palestina

    Fajar Nugraha - 17 September 2020 08:26 WIB
    Arab Saudi Tegaskan Kembali Dukungan untuk Palestina
    Raja Salman bin Abdulaziz al Saud tegaskan dukungan kerajaan untuk Palestina. Foto: AFP
    Riyadh: Arab Saudi telah menegaskan kembali komitmennya untuk ‘mendukung rakyat Palestina’. Mereka mengatakan, pihaknya menolak setiap ancaman terhadap kedaulatan dan integritas negara-negara Arab.

    Baca: UEA dan Bahrain Resmikan Normalisasi dengan Israel.

    “Arab Saudi mendukung semua upaya yang bertujuan untuk mencapai solusi yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina. Solusi yang memungkinkan rakyat Palestina untuk mendirikan negara Palestina merdeka mereka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota,” pernyataan pihak Arab Saudi, seperti dikutip Arab News, Kamis 17 September 2020.

    Penegasan dukungan Arab Saudi berlangsung di saat Amerika Serikat (AS) menjadi tuan rumah peresmian normalisasi hubungan antara Israel dengan Uni Emirat Arab dan Bahrain.

    Rakyat Palestina pun menggelar serangkaian aksi unjuk rasa di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada Selasa menentang perjanjian kontroversial yang disebut Abraham Accord itu.

    Di kota Nablus, Tepi Barat, warga Palestina melambaikan spanduk yang menolak normalisasi apa pun dengan otoritas pendudukan Israel.

    "Kami menolak normalisasi" teriak para pengunjuk rasa yang mengibarkan bendera Palestina saat mereka berbaris di seluruh kota. Demonstrasi serupa dilakukan di kota Tulkarem, Jenin dan Hebron.

    Di Kota Gaza, para pemimpin dari berbagai faksi Palestina melakukan aksi duduk di luar markas besar Dewan Legislatif Palestina.

    "Kesepakatan ini tidak akan membawa stabilitas pada rezim Arab yang terburu-buru menuju normalisasi," kata Khalid Abu Helal, kepala gerakan Al-Ahrar, yang mengorganisir unjuk rasa tersebut.

    Izin Arab Saudi

    Amerika Serikat sendiri berharap bahwa Arab Saudi akan turut serta melakukan normalisasi hubungan dengan Israel. Pengamat dari Habibie Center, Ibrahim Almuttaqi menuturkan jika perjuangan Palestina seperti makin tak berdaya akibat normalisasi tersebut.
     
    Baca: Normalisasi Hubungan Israel-UEA-Bahrain Dinilai Atas Persetujuan Saudi.

    Ibrahim mengatakan, normalisasi hubungan antara Israel dengan UEA dan Bahrain sangat memalukan. Namun, ia menilai keputusan Bahrain untuk melakukan normalisasi tak lepas dari izin Arab Saudi.
     
    "Bahrain tampaknya telah menerima 'lampu hijau' dari Arab Saudi sebelum membuat kesepakatan," tuturnya kepada Medcom.id.

    "Memang, kebijakan luar negeri Bahrain sangat dipengaruhi oleh Arab Saudi, dan (keputusan) itu tidak akan berhasil jika Arab Saudi tidak menyetujuinya," imbuh dia.
     
    Meski demikian, ia menilai Arab Saudi tidak akan melakukan normalisasi hubungan dalam waktu dekat. Pasalnya, akan ada konsekuensi besar yang tidak diketahui di Timur Tengah.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id