comscore

2 Orang Tewas dalam Aksi Protes Menentang Kekuasaan Militer di Sudan

Willy Haryono - 29 Mei 2022 22:36 WIB
2 Orang Tewas dalam Aksi Protes Menentang Kekuasaan Militer di Sudan
Warga Sudan berunjuk rasa di Khartoum, 19 Mei 2022. (AFP)
Khartoum: Setidaknya dua orang tewas di tangan pasukan Sudan yang melepaskan tembakan senjata api ke arah demonstran penentang kekuasaan militer di kota Khartoum sepanjang akhir pekan ini. Seorang pengunjuk rasa tewas akibat terkena tembakan pasukan Sudan di bagian dada pada Sabtu kemarin, menurut konfirmasi dari Komite Sentral Dokter Sudan.

Sementara korban kedua dinyatakan meninggal akibat kesulitan bernapas setelah menghirup gas air mata petugas keamanan Sudan, yang digunakan untuk membubarkan ribuan pedemo.
Dua korban tewas ini menjadikan total kematian demonstran mencapai 98 sejak militer Sudan mengambil alih kekuasaan melalui sebuah kudeta yang dipimpin Abdel Fattah al-Burhan pada Oktober 2021. Kudeta itu memupus harapan masyarakat Sudan yang ingin menjalani transisi menuju pemerintahan sipil.

Partai Komunis Sudan mengecam kematian dua orang tersebut, dan menyerukan warga untuk terus mendorong proses revolusi.

"Tidak ada negosiasi, tidak ada kemitraan, tidak ada kesepakatan, dan tidak ada tawar menawar dengan (para pemimpin) kudeta militer," ujar pernyataan resmi partai tersebut, dikutip dari Morning Star, Minggu, 29 Mei 2022.

Selain mendorong revolusi, partai itu juga menyerukan perlawanan rakyat yang lebih luas, partisipasi massa dalam berbagai aksi protes, dan transisi secepatnya dari kekuasaan militer ke sipil.

Sudan dilanda krisis politik dan keamanan sejak pemimpin militer jenderal Burhan meluncurkan kudeta dan menahan Perdana Menteri Abdalla Hamdok serta sejumlah pejabat tinggi lainnya.
 
Abdalla Hamdok dibebaskan dan kembali menjadi PM Sudan pada 21 November 2021 usai menyepakati perjanjian dengan Burhan. Meski demikian, aksi unjuk rasa di Khartoum dan kota-kota lainnya di Sudan tidak berhenti.
 
Para pengunjuk rasa menginginkan pemerintahan sipil penuh di Sudan tanpa adanya elemen militer. Mereka mengaku tidak percaya dengan janji Burhan yang bertekad menjadikan Sudan negara dengan status demokrasi penuh.

Baca:  Pasukan Keamanan Sudan Bunuh Dua Demonstran Anti-Kudeta

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id