comscore

Protes di Hari Nakba, 3 Mahasiswa Arab Ditahan Israel

Marcheilla Ariesta - 16 Mei 2022 18:45 WIB
Protes di Hari Nakba, 3 Mahasiswa Arab Ditahan Israel
Mural penanda Hari Nakba di Palestina./AFP
Tel Aviv: Warga Palestina dan Arab Israel mengadakan peringatan Hari Nakba pada Minggu, 15 Mei kemarin. Perayaan besar itu berlalu tanpa insiden.

Orang-orang Palestina menyebut pendirian Israel tahun 1948 sebagai Nakba. Dalam bahasa Arab, Nakba berarti malapetaka.
Ratusan ribu orang Palestina melarikan diri atau diusir selama perang 1948, ketika negara Yahudi yang baru lahir itu 'berjuang' untuk bertahan hidup.

Dilansir dari Times of Israel, Senin, 16 Mei 2022, biasanya demonstrasi diadakan tiap tahun setiap tanggal 15 Mei, yakni pada hari peringatan Deklarasi Kemerdekaan Israel.

Biasanya, peringatan itu kerap ditandai dengan ketegangan tinggi, hari itu sebagian besar berlalu dengan tenang di seluruh Israel, Tepi Barat, dan Gaza, dengan beberapa acara besar diadakan. Sebuah unjuk rasa besar di mana ribuan warga Palestina berpartisipasi telah diadakan pada Hari Kemerdekaan Israel dua minggu lalu.

Terdapat protes di Universitas Tel Aviv, dengan beberapa warga Palestina berkumpul untuk memperingati Nakba. Namun, tuga mahasiswa Arab ditangkap polisi setelah terjadi perkelahian dengan aktivis sayap kanan dari kelompok Im Tirzu.

Ketua Partai Joint List Ayman Odeh mengutuk penangkapan tiga mahasiswa tersebut. Hanya satu dari mereka yang masih ditahan hingga kemarin, sedangkan dua lainnya dibebaskan tanpa tuduhan.

"Salam untuk gerakan mahasiswa atas karya esensial mereka dalam memperingati Nakba," kata Odeh.

Baca juga: Peringatan Hari Nakba, Ratusan Orang Kecam Pembunuhan Jurnalis Palestina

Namun, protes di Tel Aviv itu berlalu tanpa insiden. Sementara itu, di Ramallah ratusan warga Palestina bergabung dalam unjuk rasa besar di pusat kota.

Sebuah sirene serangan udara bergema melalui kursi Otoritas Palestina untuk menandai peringatan tersebut.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas tidak muncul dari kedimannya untuk memberikan sambutan. Namun, kantor pemimpin Palestina mengeluarkan pernyataan pada Sabtu malam yang menyerukan warga Palestina untuk menolak “pembersihan etnis, pemukiman dan Yudaisasi.”

"Presiden meminta para pemimpin Israel untuk meninggalkan lingkaran penyangkalan buta terhadap yang lain, yang telah membuktikan kesia-siaan dan kegagalannya, dan penolakan terhadap hak-hak nasional yang sah dari rakyat Palestina," kata kantor Abbas.

Abbas mengulangi posisi Otoritas Palestina tentang pembentukan negara Palestina merdeka dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur.

Berbagai acara juga diadakan di seluruh negeri di kota-kota Arab untuk memperingati hari itu. Para peserta menyalakan obor dan menyanyikan lagu-lagu patriotik.

"Tanah air saya, tanah air saya. Pemuda tidak akan lelah sampai pembebasanmu," kata para pemuda Arab Israel di Nazareth menyanyikan himne nasional.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id