comscore

Belanda Hentikan Pendanaan untuk LSM Palestina

Fajar Nugraha - 06 Januari 2022 13:05 WIB
Belanda Hentikan Pendanaan untuk LSM Palestina
Belanda hentikan bantuan kepada LSM Palestina yang ditujukan untuk membantu petani. Foto: AFP
Amsterdam: Belanda mengatakan bahwa mereka akan menghentikan pendanaan sebuah LSM Palestina. Penghentian dana ini dipicu karena "hubungan individu" dengan sebuah kelompok yang dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Komite Persatuan Kerja Pertanian (UAWC) dituduh memiliki hubungan dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Ini adalah sebuah kelompok yang dipersalahkan atas serangan Tepi Barat 2019 yang menewaskan seorang perempuan Israel.
LSM tersebut juga merupakan salah satu dari enam kelompok masyarakat sipil yang ditetapkan Israel sebagai ‘organisasi teroris’ pada Oktober karena diduga memiliki hubungan dengan kelompok Palestina.

"Hubungan individu antara UAWC dan PFLP dan kurangnya keterbukaan atas masalah ini dari UAWC, adalah alasan untuk tidak lagi mendanai kegiatan tersebut," kata Pemerintah Belanda dalam sebuah surat kepada parlemen setelah penyelidikan terhadap LSM tersebut, seperti dikutip AFP, Kamis 6 Januari 2022.

“Namun penyelidikan terhadap UAWC gagal menunjukkan hubungan organisasional antara UAWC dan PFLP dan tidak menunjukkan dana mengalir antara UAWC dan PFLP," tambah Pemerintah Belanda.

UAWC -,yang bekerja dengan petani kecil dan telah menerima dukungan keuangan dari Belanda sejak 2007,- mengatakan "terkejut dan sedih" dengan keputusan tersebut.

"Sejak awal, penyelidikan ini bermotif politik dan menanggapi tekanan dari pemerintah Israel," sebut pihak UAWC.

Israel menuduh PFLP berada di balik serangan bom September 2019 di Tepi Barat yang menewaskan seorang remaja Israel.

Sebanyak dua pria yang ditangkap karena dicurigai terlibat dalam serangan itu -,dan masih dalam penyelidikan,- bekerja untuk UAWC.

Sementara UAWC berhenti mempekerjakan keduanya dan memberi tahu Belanda, mereka mengklaim tidak ada orang yang terlibat dalam kegiatan yang didanai Belanda.

Tetapi setelah penyelidikan awal, Pemerintah Belanda menangguhkan pembayaran kepada kelompok tersebut pada 2020 dan meluncurkan penyelidikan eksternal tentang kemungkinan hubungan antara UAWC dan PFLP.

Penyelidikan menunjukkan adanya hubungan yang masuk akal "di tingkat individu" antara karyawan UAWC dan anggota dewan dan PFLP.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id