30 Orang Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Burkina Faso

    Willy Haryono - 04 Mei 2021 08:05 WIB
    30 Orang Tewas Diserang Kelompok Bersenjata di Burkina Faso
    Prajurit Burkina Faso bersiaga di salah satu ruas jalan di Ouagadougou pada 29 September 2015. (Sia Kambou/AFP)



    Foutouri: Serangan kelompok bersenjata menewaskan sekitar 30 orang di Burkina Faso bagian timur pada Senin, 3 Mei. Otoritas setempat mengatakan, ini merupakan salah satu serangan terburuk dalam sejarah Burkina Faso.

    "Sekelompok besar individu bersenjata menyerang desa Kodyel di distrik Foutouri pagi ini, menewaskan puluhan orang di kalangan masyarakat sipil," ucap sumber keamanan regional kepada kantor berita AFP.






    Seorang anggota dari sebuah grup pertahanan diri lokal mengonfirmasi terjadinya serangan, dengan mengatakan bahwa setidaknya "20 hingga 30 orang tewas dibunuh."

    "Penyerbuan terjadi pagi hari saat warga masih berada di dalam rumah. Puluhan pria bersenjata menerobos masuk ke area desa dan membakar sejumlah rumah. Ada juga yang menembak warga secara acak," ucap dia, dilansir dari laman France 24 pada Selasa, 4 Mei 2021.

    Satu anggota lainnya dari grup pertahanan sipil VDP di Foutouri juga mengestimasi adanya 30 korban tewas. "Jumlah ini masih mungkin bertambah. Banyak orang yang melarikan diri dari desa," ungkapnya.

    Selain menewaskan 30 orang, serangan ini juga melukai sekitar 20 orang, dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi serius. Sejumlah relawan grup pertahanan diri mengkritik pemerintah karena laporan mereka mengenai ancaman serangan cenderung diabaikan.

    Namun seorang sumber keamanan pemerintah membantah hal tersebut, dan menegaskan bahwa "operasi melacak para individu bersenjata ini sudah dimulai sejak para relawan menyampaikan laporannya."

    Estimasi korban tewas dalam serangan terbaru ini dapat menjadikannya sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Burkina Faso.

    Penyerangan terjadi hanya satu pekan usai tiga warga Eropa -- dua jurnalis Spanyol dan satu aktivis Irlandia -- dieksekusi militan saat mereka sedang mengikuti patroli anti-perburuan satwa di Burkina Faso.

    Seperti Mali dan Niger, Burkina Faso juga dilanda terorisme dan ekstremisme sejak 2015.

    Baca:  Tiga Jurnalis Eropa Tewas dalam Serangan Teroris di Burkina Faso

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id