Ratusan Warga Israel Desak Pemerintah Deklarasikan Gencatan Senjata

    Willy Haryono - 16 Mei 2021 08:03 WIB
    Ratusan Warga Israel Desak Pemerintah Deklarasikan Gencatan Senjata
    Ratusan warga Israel berunjuk rasa menyerukan gencatan senjata antara pemerintah dan kelompok Hamas pada Sabtu, 15 Mei 2021. (Twitter/Standing Together/@omdimbeyachad)



    Tel Aviv: Sekitar 300 warga Israel di kota Tel Aviv mendesak pemerintah untuk menyepakati perjanjian gencatan senjata dengan kelompok Hamas di Jalur Gaza pada Sabtu, 15 Mei. Ketegangan antar kedua kubu telah menelan banyak korban jiwa, terutama di kalangan masyarakat sipil Palestina.

    Menurut gerakan bernama Standing Together, aksi mendesak gencatan senjata ini diikuti ribuan orang yang berasal dari seantero Israel.

     



    "Kami telah memobilisasi ribuan Yahudi dan Arab yang merupakan warga Israel dari berbagai penjuru negeri. Tidak hanya mendesak penurunan ketegangan, kami juga menyerukan diakhirinya ketidakadilan di tengah masyarakat," ungkap gerakan tersebut melalui Twitter.

    "Kami ada di sini untuk perubahan nyata menuju masyarakat yang adil dan setara," sambungnya, dilansir dari laman Anadolu Agency pada Minggu, 16 Mei 2021.

    Surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa aksi unjuk rasa yang dikoordinasikan Standing Together telah memberikan semacam tekanan kepada pemerintah untuk menyepakati gencatan senjata dengan Hamas.

    Satu hari sebelumnya, seorang utusan khusus dari Amerika Serikat, Hady Amr, juga telah tiba di Tel Aviv untuk mengupayakan hal tersebut. Amr akan bergabung dengan perwakilan dari Israel, Hamas, dan PBB untuk mendorong perjanjian gencatan senjata.

    Kedatangan Amr juga terjadi menjelang pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai isu Palestina-Israel yang dijadwalkan berlangsung hari ini.

    Setidaknya 139 orang, termasuk 39 anak-anak dan 22 perempuan, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza. Serangan yang dimulai sejak 10 Mei itu juga telah melukai lebih dari 950 orang.

    Israel menduduki Yerusalem Timur dalam perang Arab-Israel di tahun 1967, dan kemudian menganeksasi seluruh kota pada 1980. Langkah tersebut tidak pernah diakui komunitas internasional.

    Baca:  Guterres Serukan Persatuan DK PBB atas Konflik Palestina-Israel

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id