WHO Dorong Tunisia Percepat Laju Vaksinasi Covid-19

    Willy Haryono - 03 Agustus 2021 08:14 WIB
    WHO Dorong Tunisia Percepat Laju Vaksinasi Covid-19
    Werga Tunisia mengikuti program vaksinasi Covid-19 di Tunis, 20 Juli 2021. (FETHI BELAID / AFP)



    Jenewa: Tunisia, negara dengan rata-rata kematian Covid-19 tertinggi di dunia, telah melewati masa terburuk pandemi namun harus segera mendorong laju vaksinasi, ucap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Data epidemiologi (di Tunisia) bergerak ke arah yang benar," ucap perwakilan WHO untuk Tunisia, Yves Souteyrand, dalam sebuah konferensi pers.

     



    "Kami meyakini puncak pandemi di negara ini sudah terlewati. Tantangan saat ini adalah mempercepat laju vaksinasi," sambungnya, dilansir dari laman Al Arabiya, Selasa, 3 Agustus 2021.

    WHO memahami mendorong laju vaksinasi di Tunisia bukan perkara mudah. Ini dikarenakan minimnya pasokan vaksin, tingginya keterisian rumah sakit, krisis oksigen medis, dan menyebarnya varian Delta di seantero negeri.

    Meski puncak pandemi telah terlewati, risiko bencana kesehatan di Tunisia masih tetap tinggi, ungkap WHO.

    "Tunisia telah menerima sekitar tujuh juta dosis vaksin dalam 10 hari terakhir, dan akan menerima sekitar dua hingga tiga juta lagi dalam waktu dekat," tutur Souteyrand.

    WHO telah menyalurkan 400 konsentrator oksigen dan empat generator oksigen ke Tunisia. Krisis kesehatan di negara berpenduduk 12 juta jiwa itu diperburuk masalah politik usai Presiden Kais Saied memecat jajaran pejabat tinggi dan membekukan parlemen.

    Sejak pembekuan parlemen akhir bulan lalu, Saied telah membentuk sebuah unit krisis Covid-19 yang diawasi seorang perwira militer. Unit ini ditugaskan khusus untuk membantu pemerintahan Saied menangani Covid-19.

    Souteyrand mengatakan bahwa "hubungan antar WHO dan Kementerian Kesehatan Tunisia tidak terganggu krisis politik."

    Baca:  Mengaku Patuh Protokol Kesehatan, Menlu Tunisia Terinfeksi Covid-19

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id