comscore

AS 'Sangat Khawatir' atas Laporan Terjadinya Kudeta Sudan

Willy Haryono - 25 Oktober 2021 16:28 WIB
AS Sangat Khawatir atas Laporan Terjadinya Kudeta Sudan
Utusan Khusus AS untuk Horn of Africa, Jeffery Feltman. (JOSEPH EID/AFP via Getty)
Khartoum: Amerika Serikat (AS) mengaku "sangat khawatir" atas laporan terjadinya kudeta militer di Sudan. Berdasarkan keterangan beberapa media lokal, sejumlah tokoh politik -- termasuk Perdana Menteri Abdalla Hamdok -- telah ditahan militer.

Khusus PM Hamdok, lapor beberapa media, militer Sudan menjadikannya seorang tahanan rumah di wilayah ibu kota Khartoum.

 



"AS sangat khawatir atas laporan pengambilalihan kekuasaan pemerintah transisi (Sudan)," tulis Utusan Khusus AS untuk wilayah Horn of Africa, Jeffery Feltman, via Twitter.

"Hal yang tidak dapat diterima ini bertentangan dengan Deklarasi Konstitusi dan aspirasi demokrasi masyarakat Sudan," sambungnya, dilansir dari laman Fox News, Senin, 25 Oktober 2021.

Laporan media BBC menyebutkan bahwa militer Sudan telah menutup bandara di Khartoum. Penerbangan internasional di bandara tersebut dikabarkan telah dihentikan untuk sementara waktu.

Terdapat juga laporan bahwa militer Sudan meminta PM Hamdok untuk mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan dukungan terhadap kudeta Sudan. Sementara Partai Umma, partai terbesar di Sudan, menyerukan masyarakat untuk turun ke jalan dan menentang kudeta.

Baca:  Jaringan Seluler dan Internet Sudan Terputus di Tengah Kudeta Militer

AS menyediakan sekitar USD336 juta untuk mendukung pemerintah transisi Sudan usai penggulingan diktator Omar al-Bashir beberapa tahun lalu. AS telah mengeluarkan Sudan dari daftar pendukung terorisme pada 2020, membuka pintu bagi negara terssebut terhadap pinjaman dan investasi luar negeri.

Penangkapan massal terhadap jajaran pemimpin sipil di tengah kudeta Sudan dimulai di Khartoum hari ini, setelah sebelumnya berlangsung pertemuan antara Kedua Dewan Berdaulat Sudan, Abdel Fattah AlBurhan, dan PM Hamdok. Beberapa menteri, perwakilan sipil Dewan Berdaulat dan gubernur Khartoum, telah ditahan.

Saat ini, keberadaan PM Hamdok belum dapat dipastikan, terlepas dari laporan media bahwa dirinya sedang menjadi tahanan rumah di Khartoum. Serangkaian foto di internet memperlihatkan sekelompok prajurit berdiri di dekat rumah PM Hamdok.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id