Kekuatan Eropa Desak Israel Hentikan Perluasan Pemukiman di Yerusalem

    M Sholahadhin Azhar - 07 Mei 2021 08:59 WIB
    Kekuatan Eropa Desak Israel Hentikan Perluasan Pemukiman di Yerusalem
    Mobil dibakar di sekitar wilyah Sheikk Jarrah, Palestina. Foto: AFP



    Paris: Prancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Inggris pada Kamis mendesak Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

    Pernyataan bersama itu muncul ketika ketegangan meningkat di Yerusalem Timur menjelang sidang yang memungkinkan keluarga Palestina diusir dari Sheikh Jarrah. Ini adalah lingkungan tempat pemukim Yahudi yang didukung oleh pengadilan Israel, mengambil alih beberapa rumah warga Palestina.

     



    Baca: Rumah Warga Palestina Hendak Dihancurkan Israel, Hamas Beri Peringatan.

    "Kami mendesak pemerintah Israel untuk membatalkan keputusannya untuk memajukan pembangunan 540 unit permukiman di daerah Har Homa E di Tepi Barat. Mereka harus menghentikan kebijakan perluasan permukiman di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina," kata negara-negara Eropa itu, seperti dikutip AFP, Jumat 7 Mei 2021.

    "Jika diterapkan, keputusan untuk memajukan permukiman di Har Homa, antara Yerusalem Timur dan Betlehem, akan menyebabkan kerusakan lebih lanjut pada prospek Negara Palestina yang layak,” jelas pernyataan itu.

    Yerusalem, yang berisi situs-situs suci bagi Yudaisme, Islam dan Kristen, berada di jantung konflik Israel-Palestina.

    Israel merebut Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam perang 1967. Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan dan sebagian besar negara menganggap pemukiman yang dibangun Israel di sana sebagai ilegal.

    Namun Israel mengklaim semua Yerusalem sebagai ibukotanya, mengutip hubungan alkitabiah dan sejarah ke kota itu.

    Di Sheikh Jarrah, pemukim dan warga Palestina yang tinggal di jalan tempat penggusuran terus berhadapan dalam bentrokan malam selama Ramadan. Pada Kamis malam, daerah itu ditutup ketika anggota parlemen sayap kanan Israel Itamar Ben-Gvir mendirikan kantor di luar salah satu rumah pemukim.

    "Saya datang ke sini karena anak-anak dan wanita diserang setiap malam," ujar Ben-Gvir.

    Setelah dia berbicara, ada bentrokan antara warga Palestina dan polisi Israel, yang melakukan 15 penangkapan.

    Seorang reporter Reuters melihat sebuah mobil terbakar di dekat sebuah rumah yang diambil alih oleh para pemukim di jalan belakang dekat lokasi penggusuran. Polisi mengonfirmasi bahwa itu milik seorang Israel.

    Di antara kerumunan pemuda Palestina yang berkumpul di dekatnya, Mohammed Abu Sneineh mengatakan, dia tidak tahu siapa yang membakar kendaraan itu, tetapi dia ingin para pemukim pergi.

    "Mengapa mereka datang, tanah ini milik kita. Mengapa mereka ingin mengusir kita darinya?" pungkas remaja berusia 17 tahun itu.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id