Serangan Udara Prancis Tewaskan 50 Teroris al-Qaeda di Mali

    Willy Haryono - 03 November 2020 17:03 WIB
    Serangan Udara Prancis Tewaskan 50 Teroris al-Qaeda di Mali
    Pesawat jet tempur Mirage F1 buatan Prancis. (AFP)



    Bamako: Pemerintah Prancis mengatakan, pasukannya telah berhasil membunuh lebih dari 50 teroris terafiliasi kelompok al-Qaeda lewat rangkaian serangan udara di Mali. Serangan dilancarkan Prancis pada Jumat kemarin di sebuah area di Mali yang berbatasan dengan Burkina Faso dan Niger.

    Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly mengatakan, area yang berbatasan dengan dua negara itu merupakan salah satu medan pertempuran melawan gerakan pemberontakan di Mali.

     



    "Pada 30 Oktober di Mali, pasukan Barkhane melakukan sebuah operasi yang menewaskan lebih dari 50 teroris. Pasukan Barkhane juga menyita banyak senjata," kata Parly, merujuk pada operasi bertajuk Operation Barkhane.

    Ia menambahkan, dilansir dari laman India Today pada Selasa, 3 November 2020, sekitar 30 sepeda motor milik para ekstremis terafiliasi al-Qaeda hancur dalam serangan udara Prancis.

    Parly, yang sempat bertemu Presiden Niger Mahamadou Issofou dan Menhan Issofou Katambe, mengatakan bahwa rangkaian serangan udara dilancarkan usai pihaknya mendeteksi pergerakan sepeda motor dalam "jumlah yang sangat besar" di "tiga wilayah perbatasan."

    Saat para ekstremis bergerak di balik pepohonan dalam upaya menghindari deteksi, pasukan Prancis mengirim dua pesawat jet tempur Mirage dan sebuah pesawat tanpa awak. Serangan tiga pesawat itu pun menewaskan puluhan militan.

    Baca:  Pasukan Prancis Bunuh 33 Militan di Mali

    Juru bicara militer Prancis, Kolonel Frederic Barbry, mengatakan bahwa "empat teroris berhasil ditangkap" dalam operasi di Mali.

    Selain di Mali, pasukan Prancis juga sedang menjalankan misi memburu kelompok militan Islamic State (ISIS) di Greater Sahara. Operasi tersebut melibatkan sekitar 3.000 prajurit Prancis.

    Barbry mengatakan, hasil dari operasi tersebut -- yang dimulai bulan lalu -- akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

    Mali berjuang melawan pemberontakan brutal yang mulai terlihat pada 2012. Prancis, sebagai negara yang pernah mendirikan koloni di Mali, membantu negara tersebut pada 2013.

    Pertempuran melawan pemberontak di Mali dengan dibantu pasukan Prancis kemudian meluas ke beberapa negara lain, seperti Burkina Faso dan Niger.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id