comscore

Badai Tropis Ana Serang Afrika, Picu Kematian 77 Orang

Fajar Nugraha - 28 Januari 2022 09:23 WIB
Badai Tropis Ana Serang Afrika, Picu Kematian 77 Orang
Mobil yang tertumpuk akibat terkena imbas Badai Tropis Ana di Antanarivo, Madagaskar. Foto: AFP
Antanarivo: Madagaskar, Mozambik, dan Malawi dilanda angin kencang dan hujan lebat. Badai Tropis Ana yang melintas negara-negara tersebut menyebabkan 77 orang tewas.

Tim darurat berjuang untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan membantu puluhan ribu korban. Badai Tropis Ana mendarat di Madagaskar pada Senin 24 Januari sebelum melanda Mozambik dan Malawi sepanjang minggu, memicu terjadinya hujan lebat.
Petugas penyelamat dan pihak berwenang di tiga negara sedang menilai tingkat kerusakan pada Jumat pagi, bahkan ketika badai lain terbentuk di Samudera Hindia.

“Madagaskar pada Kamis 27 Januari malam mengumumkan keadaan bencana nasional karena jumlah korban tewas meningkat menjadi 48. Mozambik melaporkan 18 tewas, sementara 11 tewas di Malawi,” laporan Guardian, Jumat 28 Januari 2022.

“Sisa-sisa badai telah melewati Zimbabwe, tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan. Di tiga negara yang paling terpukul, puluhan ribu rumah rusak. Beberapa runtuh di bawah hujan lebat, menjebak korban di puing-puing,” imbuh laporan itu berdasarkan informasi pihak berwenang setempat.

Sungai yang meluap menghanyutkan jembatan dan menenggelamkan ladang, menenggelamkan ternak dan menghancurkan mata pencaharian keluarga pedesaan.
Di Madagaskar, 130.000 orang meninggalkan rumah mereka. Di ibu kota, Antananarivo, sekolah dan pusat kebugaran diubah menjadi tempat penampungan darurat.

“Kami hanya membawa barang-barang kami yang paling penting,” kata seorang warga, Berthine Razafiarisoa, yang berlindung di gym bersama keluarganya yang terdiri dari 10 orang.

Di Mozambik utara dan tengah, Topan Ana menghancurkan 10.000 rumah dan lusinan sekolah dan rumah sakit, sambil menjatuhkan kabel listrik.

Layanan cuaca Mozambik dan internasional memperingatkan bahwa badai lain, bernama Batsirai, telah terbentuk di atas Samudera Hindia dan diperkirakan akan mendarat pada akhir pekan.

“Ini mungkin berkembang menjadi badai tropis yang parah dalam beberapa hari ke depan", ucap PBB dalam sebuah pernyataan.

Hingga enam siklon tropis diperkirakan terjadi sebelum musim hujan berakhir pada bulan Maret. Anak-anak berdiri di dalam rumah mereka yang tertutup lumpur setelah Badai Ana menghantam distrik Tete, Mozambik.

“Situasinya sangat memprihatinkan dan kerentanan sangat, sangat tinggi,” kata koordinator residen PBB di Mozambik, Myrta Kaulard.

“Tantangannya sangat besar, tantangannya ekstrem. Badai menghantam wilayah yang sudah sangat rentan yang masih berusaha pulih dari topan Idai dan Kenneth, yang melanda wilayah itu pada 2019,” tutur Kaulard.

“Mozambik menanggapi krisis kompleks di utara yang telah menyebabkan beban tambahan yang sangat besar pada anggaran negara, pada populasi. Selain itu ada juga covid-19,” imbuhnya.

Di negara tetangga Malawi, pemerintah mengumumkan keadaan bencana alam.

Sebagian besar negara kehilangan listrik di awal minggu, setelah banjir melanda stasiun pembangkit. Listrik dipulihkan pada hari Kamis di beberapa bagian negara itu, tetapi beberapa bagian dari jaringan listrik hancur.

"Prioritas kami sekarang adalah memulihkan listrik ke fasilitas kesehatan, sistem distribusi pengolahan air dan sekolah," kata perusahaan listrik nasional dalam sebuah pernyataan.

Wilayah selatan Afrika, dan khususnya Mozambik, telah berulang kali mengalami badai destruktif dalam beberapa tahun terakhir.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id