comscore

Iran Tangkap Dua Warga Prancis Atas Tuduhan Mata-mata

Medcom - 19 Mei 2022 12:41 WIB
Iran Tangkap Dua Warga Prancis Atas Tuduhan Mata-mata
Ilustrasi oleh Medcom.id.
Teheran: Pihak berwenang Iran pada Selasa, 17 Mei 2022 mengonfirmasi penangkapan dua warga negara Prancis, Cecile Kohler, 37, dan Chuck Paris, 69. Paris menyebut keduanya mengunjungi Iran sebagai wisatawan.

Iran menyatakan Kohler dan Paris ditangkap karena memicu kerusuhan lantaran ikut serta dalam unjuk rasa guru, sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Televisi Iran menyiarkan rekaman keduanya sejak mereka menginjakkan kaki di Negeri Mullah tersebut pada 28 April hingga ditangkap tanggal 7 Mei.

“Keduanya masuk Iran dengan visa turis. Tetapi pemantauan dan pengawasan terhadap pergerakan dan pertemuan oleh Kementerian Intelijen Iran menunjukkan bahwa mereka sebenarnya bukan turis,” lapor media Prancis mengutip siaran Iran, dilansir dari Al Bawaba, Kamis, 19 Mei 2022.

Media secara terbuka menyebut mereka sebagai mata-mata.

Dua tersangka ditangkap 11 Mei oleh Kementerian Intelijen Iran, yang saat itu hanya mengungkap pihaknya menahan "dua warga negara Eropa" karena "menimbulkan kisruh dan kekacauan sosial”. Kementerian menyebut keduanya diutus “konspirator asing” untuk misi destabilisasi di Iran.

Prancis menentang penangkapan ini dengan menyebutnya “penangkapan tak berdasar” dan menuntut agar keduanya segera dibebaskan.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan, perwakilannya di Teheran tengah mengupayakan akses konsuler kepada Kohler dan Paris, sembari memanggil seorang diplomat senior Kedutaan Besar Iran di Paris untuk meminta penjelasan.

Media lokal Iran mengonfirmasi para tahanan adalah anggota serikat pekerja terkemuka Prancis yang bergerak pada bidang pendidikan. Mereka menemui sejumlah demonstran guru dan turut serta dalam  unjuk rasa baru-baru ini di Iran, memprotes kenaikan gaji dan kondisi kerja.

Penangkapan dilakukan setelah guru-guru Iran menuntut agar pemerintah segera menerapkan reformasi yang membuat gaji guru lebih mencerminkan pengalaman serta kinerjanya. AFP pun menyampaikan para demonstran meminta pihak berwenang agar membebaskan sejumlah guru yang sebelumnya ditahan dalam unjuk rasa serupa.

Bulan ini, Human Rights Watch meminta hampir 40 guru dibebaskan setelah ditangkap dalam beberapa kejadian terkait demonstrasi nasional 1 Mei.

Diketahui seorang anggota serikat guru, Rasoul Bodaghi, dijatuhi hukuman lima tahun penjara karena ikut unjuk rasa.

Masyarakat Iran terus berlalu lalang dalam berita, dengan menumpuknya laporan warga turun ke jalan untuk memprotes lonjakan harga 300 persen.

Penangkapan ini berarti Teheran sekarang menahan empat warga negara Prancis. (Kaylina Ivani)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id