comscore

Bentrok Unjuk Rasa Antikudeta Sudan, Sembilan Demonstran Tewas

Medcom - 01 Juli 2022 19:19 WIB
Bentrok Unjuk Rasa Antikudeta Sudan, Sembilan Demonstran Tewas
Pedemo berhadapan dengan pasukan keamanan Sudan. Foto: AFP
Khartoum: Setidaknya sembilan demonstran Sudan tewas pada Kamis, 30 Juni 2022. Mereka menjadi korban ketika pasukan keamanan berusaha membubarkan demonstrasi massa yang menuntut diakhirinya kekuasaan militer.

Dalam salah satu hari paling kejam tahun ini, pasukan keamanan menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan puluhan ribu demonstran.
"Bahkan jika kita mati, militer tidak akan memerintah kita," teriak demonstran, mendesak pembalikan kudeta militer Oktober oleh Panglima Militer Abdel Fattah al-Burhan yang mendorong pemerintah asing untuk memangkas bantuan, memperdalam krisis ekonomi kronis.

Komite Sentral Dokter Sudan menyebut sedikitnya tujuh dari sembilan yang tewas ditembak di dada atau kepala. Angka ini meningkatkan jumlah korban tewas secara keseluruhan menjadi 112 akibat kekerasan terkait protes sejak Oktober lalu.

"Salah satunya adalah anak di bawah umur terbunuh oleh peluru di dada," ucap para dokter, seperti yang dikutip AFP, Jumat 1 Juli 2022.

Pasukan keamanan menembakkan meriam air yang kuat, saat demonstran membakar ban. Petugas medis juga melaporkan adanya upaya pasukan keamanan yang menembakkan gas air mata ke rumah sakit di Khartoum.

Protes di ibu kota Khartoum lebih besar dari biasanya. Selain itu, demonstrasi juga terjadi di Wad Wadani, Darfur barat, Kassala, Gedaref, serta Port Sudan.

Internet dan saluran telepon telah mengalami gangguan sejak Kamis dini hari. Hal ini sering dilakukan pihak berwenang untuk mencegah adanya pertemuan massal. Namun komunikasi sudah kembali puih pada Kamis malam.

Keamanan di Khartoum kembali diperketat meskipun keadaan darurat baru saja dicabut setelah kudeta.

Tentara dan polisi memblokir jalan menuju markas besar tentara dan istana presiden. Sebagian besar toko-toko di sekitar ibukota tutup.

Demonstrasi berlanjut di Omdurman saat malam tiba dengan kerumunan orang yang berusaha melawan barikade keamanan. Mereka hendak menyeberangi jembatan untuk mencapai Khartoum.

Sebuah aliansi kelompok sipil, Forces for Freedom and Change mengatakan demonstrasi hari Kamis menunjukkan perubahan dalam keseimbangan kekuatan yang mendukung gerakan massa. Adapun demonstrasi itu bertujuan untuk merebut otoritas sipil penuh dan mengalahkan kudeta.

Perwakilan khusus PBB Volker Perthes  mengatakan bahwa kekerasan harus diakhiri. Sementara kedutaan AS di Khartoum mendesak pengekangan dan perlindungan wagar sipil agar tidak ada lagi nyawa yang hilang. (Nurul Hafizhah)


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id