comscore

Kapal Kelebihan Muatan, Ribuan Domba Tenggelam di Pelabuhan Sudan

Marcheilla Ariesta - 13 Juni 2022 09:04 WIB
Kapal Kelebihan Muatan, Ribuan Domba Tenggelam di Pelabuhan Sudan
Kapal bermuatan ribuan domba tenggelam di Sudan./AFP
Khartoum: Sebuah kapal penuh muatan yang dijejali ribuan domba tenggelam pada Minggu, 12 Juni 2022 di pelabuhan Suakin, Laut Merah, Sudan. Meskipun menenggelamkan sebagian besar hewan di dalamnya, tetapi semua awaknya selamat.

Kapal ternak yang mengekspor hewan dari Sudan ke Arab Saudi ini tenggelam setelah beberapa ribu hewan dimuat ke kapal. Jumlahnya lebih berat daripada yang seharusnya dibawa.
"Kapal Badr 1, tenggelam pada dini hari Minggu pagi," kata seorang pejabat senior pelabuhan Sudan, dilansir dari AFP, Senin, 13 Juni 2022.

"(Kapal) itu membawa 15.800 domba, yang melampaui batas muatannya," sambung dia.

Pejabat itu mengatakan, kapal seharusnya hanya membawa 9.000 domba.

Pejabat lain yang mengatakan, semua kru diselamatkan, menyuarakan keprihatinan atas dampak ekonomi dan lingkungan dari kecelakaan itu.

"Kapal yang tenggelam akan mempengaruhi operasional pelabuhan," kata pejabat itu.

"Kemungkinan besar juga akan berdampak pada lingkungan karena banyaknya hewan yang dibawa oleh kapal tersebut mati," sambungnya.

Baca juga: Kapal Pengangkut Ribuan Domba Tenggelam di Lepas Pantai Sudan

Omar al-Khalifa, kepala asosiasi eksportir nasional mengatakan, kapal membutuhkan waktu beberapa jam untuk tenggelam di dermaga. Ini berarti sebenarnya para ternak bisa diselamatkan.

"Nilai total ternak yang hilang sekitar 14 juta riyal Saudi, setara dengan empat juta dolar," kata Saleh Selim, kepala divisi peternakan asosiasi. Ia membenarkan juga domba-domba itu dimuat ke kapal di pelabuhan Suakin.

Dia mengatakan, pemilik ternak hanya menemukan sekitar 700 domba. "Tqpi mereka ditemukan sangat sakit dan kami tidak berharap mereka hidup lama," ucap pemiliknya.

Selim menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Bulan lalu, kebakaran hebat terjadi di area kargo pelabuhan Suakin, yang berlangsung berjam-jam dan menyebabkan kerusakan parah.  Tidak jelas apa yang menyebabkan kebakaran tersebut.

Investigasi telah diluncurkan untuk menentukan penyebab kebakaran, tetapi belum merilis temuannya.

Kota pelabuhan bersejarah Suakin tidak lagi menjadi pusat perdagangan luar negeri utama Sudan, peran yang telah diambil oleh Port Sudan, sekitar 60 km jauhnya di sepanjang pantai Laut Merah.

Ada langkah untuk membangun kembali pelabuhan Suakin, tetapi kesepakatan 2017 dengan Turki untuk memulihkan bangunan bersejarah dan memperluas dermaga ditangguhkan setelah penggulingan presiden lama Omar al-Bashir.

Sudan masih dicengkeram oleh krisis ekonomi kronis, yang semakin dalam setelah kudeta militer tahun lalu yang dipimpin oleh panglima militer Abdel Fattah al-Burhan.

Pengambilalihan militer memicu tindakan hukuman, termasuk pemotongan bantuan oleh pemerintah Barat, menuntut pemulihan pemerintahan transisi yang dipasang setelah Bashir digulingkan.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id