Buntut Pelarian 6 Tahanan, Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina

    Marcheilla Ariesta - 19 September 2021 17:25 WIB
    Buntut Pelarian 6 Tahanan, Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina
    Pria Palestina bawa bendera saat bentrok dengan pasukan Israel. Foto: AFP



    Tel Aviv: Pasukan keamanan Israel menahan puluhan warga Palestina dalam beberapa hari terakhir. Penahanan massal dilakukan sebagai tanggapan atas kaburnya enam narapidana Palestina dari penjara keamanan tinggi Israel di awal bulan ini.

    Menurut angka dari Departemen Urusan Negosiasi (NAD) PLO dan organisasi tahanan Palestina Addameer, lebih dari 100 warga Palestina telah ditangkap sejak enam tahanan kabur dari penjara Gilboa di Israel utara pada 6 September lalu.

     



    "Kami telah mendokumentasikan rata-rata 14 penangkapan per hari di Tepi Barat yang diduduki sejak orang-orang itu melarikan diri," kata Milena Ansari dari Addameer kepada Al Jazeera, Minggu, 19 September 2021.

    "Ini tidak termasuk orang-orang Palestina yang ditangkap di Israel," imbuhnya.

    Baca juga: Israel Tangkap 2 Tahanan Palestina Terakhir di Kota Jenin

    Keenam pria yang kabur dari penjara sekarang kembali ke tahanan Israel, setelah dua orang Palestina terakhir menyerah kepada pasukan di kota Jenin pada Minggu pagi waktu setempat.

    Di tengah perburuan tahanan Palestina yang hilang, pasukan Israel melakukan serangan balasan terhadap anggota keluarga pelarian di daerah Jenin. Mereka menangkap dan menginterogasi sebelum melepaskan beberapa orang.

    Penangkapan dan penggerebekan juga difokuskan di Ramallah, Hebron, Nablus, dan desa-desa sekitarnya. Bahkan, sejumlah anak-anak juga ikut ditangkap.

    Mustafa Amira, 13, dari kota Nilin pekan lalu ditangkap tentara Israel saat berada di tanah desa dekat tembok pemisah yang dibangun oleh Israel untuk memisahkan daerah itu dari pemukiman.

    Ayahnya, Khalil Amira mengatakan Mustafa dan sepupunya, Muhammad (15), ditangkap dan dipukuli sekitar 10 tentara Israel. Kedua bocah ini bahkan ditahan semalaman oleh polisi Israel tanpa diberi makan dan minum.

    Foto Mustafa menunjukkan ia memiliki mata bengkak dan memar, serta luka di wajahnya. "Dia diseret ke tanah oleh tentara sebelum diserahkan ke polisi yang menginterogasi mereka selama berjam-jam," seru Amira.

    "Mengapa para pria bersenjata itu harus memukuli seorang anak laki-laki? Mengapa mereka tidak menanganinya secara hukum dan mengajukan tuntutan?" sambungnya.

    Amira mengatakan ia menahan putranya di rumah untuk tidak bersekolah karena bocah itu masih trauma dengan kekerasan yang didapat.

    Menurut Ziad Abu Latifa, seorang paramedis Bulan Sabit Merah Palestina di el-Bireh, yang secara teratur mengirim ambulans ke Nilin, pemukulan dan pelecehan anak di bawah umur oleh pasukan keamanan Israel adalah masalah yang sedang berlangsung.

    "Saya telah menangani banyak kasus anak di bawah umur dipukuli, termasuk dengan senapan, yang menyebabkan patah tulang, pendarahan dan luka wajah yang dalam," tutur Abu Latifa.

    Sejumlah mahasiswa Palestina juga terjerat jaring tersebut.

    "Penargetan mahasiswa adalah cara untuk membungkam suara pemuda dan mendelegitimasi mahasiswa karena mereka telah berkontribusi pada mobilisasi perlawanan rakyat," kata Ansari.

    Beberapa organisasi Palestina dan karyawan mereka, termasuk komite pertanian dan kesehatan serta kelompok hak asasi manusia, juga digerebek dan ditahan oleh otoritas Israel dalam beberapa hari terakhir.

    Ansari mengatakan Israel menggambarkan kelompok Palestina sebagai "organisasi ilegal yang terkait dengan mempromosikan acara publik" adalah serangan yang disengaja terhadap gerakan akar rumput dan solidaritas transisional terhadap kebijakan apartheid Israel.

    "Penting untuk tidak terseret ke dalam narasi peristiwa Israel karena mereka selalu berusaha membenarkan operasi militer mereka dengan 'alasan keamanan' dan ini telah berlangsung lama," pungkasnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id