Lawan Kejahatan di Komunitas Arab, Israel Gelontorkan Dana USD10 Miliar

    Fajar Nugraha - 25 Oktober 2021 19:05 WIB
    Lawan Kejahatan di Komunitas Arab, Israel Gelontorkan Dana USD10 Miliar
    Komunitas Arab Israel selama ini termarjinalkan oleh lingkungan masyrakat Israel. Foto: AFP



    Tel Aviv: Pemerintah Israel telah menyetujui hampir USD10 miliar pendanaan untuk memperbaiki kondisi sosial-ekonomi bagi minoritas Arab di negara itu. Kalangan warga Arab telah lama mengeluhkan marginalisasi dan saat ini dicengkeram oleh gelombang kejahatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

    Rencana tersebut, yang disetujui oleh pemerintah Perdana Menteri Nafatli Bennett Minggu malam, mengeluarkan sekitar USD10 miliar yang dihabiskan selama lima tahun. Dana itu akan digunakan untuk ‘menutup kesenjangan di komunitas Arab’ dibandingkan dengan kondisi di komunitas Yahudi.

     



    “Dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan lapangan kerja, penguatan kota. Selain juga meningkatkan layanan kesehatan, mendorong integrasi dalam profesi teknologi tinggi dan teknologi di antara bidang-bidang lain,” kata kantor Perdana Menteri Israel, seperti dikutip AFP, Jumat, 25 Oktober 2021.

    Bennett, seorang nasionalis sayap kanan, memimpin koalisi delapan partai yang secara ideologis berbeda. Dia juga mengandalkan dukungan dari partai Islam Raam, partai Arab pertama yang duduk di pemerintahan Israel.

    Ketua Partai Raam, Mansour Abbas, memuji rencana pendanaan dalam sebuah posting Facebook. “Program semacam itu telah menjadi syarat bagi kami untuk setuju mendukung pemerintah Bennett,” jelasnya.

    Abbas juga memuji rencana terpisah 2,5 miliar shekel yang disetujui Minggu untuk memerangi kejahatan yang meningkat di komunitas Arab, di mana lebih dari 100 orang telah dibunuh tahun ini.

    "Masyarakat kita layak bahwa kita melakukan segala yang bisa kita lakukan untuk memberikan keamanan kepada putra dan putri kita," tulis Abbas.

    Mengomentari serentetan pembunuhan yang banyak dituding sebagai kejahatan terorganisir yang tidak terkendali, Menteri Keamanan Publik Omer Barlev mengatakan "keluarga kriminal di sektor Arab menekan sektor Arab".

    Sedangkan rencana tersebut termasuk pendanaan untuk membongkar organisasi kejahatan, meningkatkan keamanan pribadi, mengurangi kepemilikan senjata ilegal, dan memperkuat "ketahanan masyarakat Arab dalam menangani kekerasan", kata pernyataan perdana menteri.

    Warga Arab Israel, yang terdiri dari sekitar seperlima dari populasi, adalah keturunan orang Palestina yang tetap tinggal di tanah mereka setelah pendirian Israel 1948.

    Mereka kerap mengeluhkan diskriminasi di berbagai bidang, termasuk izin mendirikan bangunan, infrastruktur, dan pendidikan.

    Pemerintah Israel sebelumnya, yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu, telah meluncurkan program pendanaan lima tahun yang serupa, meskipun lebih kecil, untuk sektor Arab pada 2015.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id