Dikabarkan Merugi, Hamas Gunakan 'Tawanan' untuk Minta Tebusan ke Israel

    Marcheilla Ariesta - 07 Juni 2021 22:51 WIB
    Dikabarkan Merugi, Hamas Gunakan 'Tawanan' untuk Minta Tebusan ke Israel
    Para tentara Hamas di Palestina. Foto: AFP.



    Tel Aviv: Kelompok Hamas Palestina dituding menggunakan masalah tawanan Israel untuk menutup kerugian mereka. Hal ini disampaikan Kepala Negosiator Pemerintah Israel untuk pembebasan sandera, Yaron Blum.

    Hamas dilaporkan menahan dua warga sipil Israel yang menderita sakit mental, yaitu Avera Mengistu dan Hisham al-Sayed. Keduanya disandera sejak 2014 dan 2015. Mereka juga sempat menyandera dua tentara Israel, Hadar Goldin dan oron Shaul sejak 2014, namun keduanya meninggal.

     



    Dalam rekaman yang dirilis Hamas ke Al Jazeera, terdengar seseorang berbahasa Ibrani mengatakan dirinya adalah tentara Israel di pusat penangkapan Brigade al-Qassam. Padahal menurut Jerusalem Post, Senin, 7 Juni 2021, sudah tidak ada tentara Israel yang ditahan di Gaza.

    "Saya berharap Negara Israel masih ada. Saya berharap akan segera berada di pelukan keluarga," kata pria tersebut.

    Hamas disebut memiliki kunci tawar-menawar untuk menyelesaikan kesepakatan pertukaran tahanan dan narapidana. "Hamas kini dalam kesulitan setelah pukulan berat yang mereka derita dalam Operasi Penjaga Tembok dan menggunakan manipulasi yang murah dan transparan," ucap Blum.

    Baca juga: Israel Tangkap Pemimpin Hamas di Tepi Barat

    "Israel sangat menyadari situasi Hadar Goldin dan Oron Shaul, keduanya menjadi kenangan yang diberkati, dan dua warga sipil, Avera Mengistu dan Hisham Al-Sayed, yang melintasi perbatasan saat mereka masih hidup," imbuh dia.

    Blum menegaskan Israel akan terus bertindak dengan tekad dan tanggung jawab untuk membawa kembali warga sipil dan jenazah tentara Israel itu. Sementara itu, menurut ibu dari Mengistu, suara di rekaman tersebut bukan milik putranya.

    "Saya menunggu putra saya dan berharap untuk segera bertemu dengannya, seperti yang selalu mereka janjikan," tutur sang ibu.

    Al Jazeera juga menunjukkan rekaman yang sebelumnya tidak terlihat dari mantan tentara tawanan Gilad Schalit, yang dibebaskan pada 2011 dengan imbalan 1.027 teroris. Schalit terlihat berolahraga di atas mesin elips, melakukan push-up dan sit-up, dan bercukur, semuanya di ruangan yang berperabotan jarang.

    Wakil komandan Brigade Izzadin al-Qassam, Marwan Issa mengatakan, dia bertanggung jawab untuk menyembunyikan Schalit. Otoritas Palestina dan Mesir telah mencoba untuk mengamankan pembebasan Schalit sebelumnya.

    "Namun Hamas memindahkannya dari satu tempat ke tempat lain, dan membocorkan disinformasi mengenai lokasinya," pungkas Blum.

    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id