Arab Saudi Mulai Atur Langkah Haji di Tengah Pandemi

    Fajar Nugraha - 16 Juli 2020 08:23 WIB
    Arab Saudi Mulai Atur Langkah Haji di Tengah Pandemi
    Pelaksanaan Haji tahun ini dibatasi karena pandemi virus korona. Foto: AFP
    Riyadh: Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Saud bin Naif membahas langkah-langkah pengaturan haji tahun ini. Ketua Komite Tertinggi Haji itu juga membahas tentang pencegahan terkait covid-19.

    Memimpin pertemuan virtual pada Rabu 15 Juli dengan para kepala lembaga keamanan dan pejabat yang bertanggung jawab atas musim haji tahun ini, Pangeran Abdul Aziz memberikan arahan ibadah haji di tengah pandemi virus korona.

    “Ini termasuk langkah-langkah pencegahan dan pencegahan terkait dengan memerangi penyakit virus korona, prosedur yang berkaitan dengan jemaah yang bepergian ke tempat-tempat suci, dan mekanisme untuk memfasilitasi melakukan ritual haji,” sebut Pangeran Abdul Aziz, seperti dikutip dari Arab News, Kamis 16 Juli 2020.

    Baca: Menteri Saudi: Jemaah Haji Tahun Ini Sekitar 1.000.

    Pangeran Abdul Aziz mematuhi arahan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk mengambil semua tindakan pencegahan untuk menjaga keselamatan para jemaah. Selain juga memfasilitasi mereka dalam haji sesuai dengan standar kesehatan tertinggi untuk mengatasi pandemi virus korona.

    Arab Saudi telah memutuskan untuk mengizinkan hanya sejumlah kecil jamaah haji domestik untuk melakukan haji tahun ini setelah wabah covid-19. Hanya para ekspatriat yang berusia antara 20 dan 50 yang tidak menderita penyakit kronis apa pun yang dapat mengajukan ziarah, jumlahnya pun dibatasi hingga 1.000 jemaah.

    Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah mengatakan bahwa permintaan dari warga dari 160 negara di Kerajaan telah disaring secara elektronik untuk memilih siapa yang akan melakukan haji tahun ini.

    Dari para calon jemaah haji yang akan menerima persetujuan, 70 persen adalah non-Saudi yang tinggal di Kerajaan dan 30 persen sisanya adalah warga negara Saudi.

    Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa siapa pun yang ditemukan memasuki situs-situs haji (Mina, Muzdalifah dan Arafat) tanpa izin dari 18 Juli hingga akhir 12 dzulhijjah akan diterapkan dengan denda 10.000 Riyal atau sekitar Rp38 juta. Denda akan berlipat ganda jika pelanggaran diulang.

    Personel keamanan akan ditempatkan di jalan menuju ke tempat-tempat suci untuk memastikan bahwa siapa pun yang melanggar hukum akan dihentikan dan didenda.

    Sekitar 2,5 juta peziarah asing dan domestik melakukan haji tahun lalu. Tahun kini karena pandemi covid-19, jumlahnya dibatasi secara signifikan.

    Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins Kamis 16 Juli 2020, kasus positif covid-19 di Arab Saudi sudah menyentuh angka 240.474 dan yang meninggal mencapai 2.325 jiwa. Sementara yang sembuh mencapai 183.048 orang.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id