Ayatullah Ali Khamenei: Tindakan Macron Sangat Bodoh

    Fajar Nugraha - 29 Oktober 2020 06:05 WIB
    Ayatullah Ali Khamenei: Tindakan Macron Sangat Bodoh
    Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Seyyed Ali Khamenei bersuara keras terhadap Emmanuel Macron. Foto: AFP
    Teheran: Pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Seyyed Ali Khamenei bersuara atas sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mendukung penerbitan kartun Nabi Muhammad. Khamenei menilai tindakan Macron sangat bodoh.

    Dalam sebuah posting yang dirilis di akun Twitter Khamenei.ir pada Rabu 28 Oktober, Khamenei menanyakan kepada kaum muda Prancis dua pertanyaan setelah Presiden Prancis Emmanuel Macron menyuarakan dukungan untuk tabloid Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.

    “Pemuda Prancis! Tanyakan Presiden Anda mengapa dia mendukung penghinaan Utusan Tuhan atas nama kebebasan berekspresi. Apakah kebebasan berekspresi berarti menghina, terutama orang yang sakral? Bukankah tindakan bodoh ini merupakan penghinaan terhadap alasan orang-orang yang memilihnya?" tanya Khamenei dalam Twitter, seperti dikutip IFP News, Kamis 29 Oktober 2020.

    “Pertanyaan berikutnya untuk ditanyakan adalah: mengapa menimbulkan keraguan tentang Holocaust merupakan kejahatan? Mengapa setiap orang yang menulis tentang keraguan seperti itu harus dipenjara sambil menghina Nabi (SAW) diperbolehkan?" imbuhnya.

    Awal bulan ini, Macron berjanji untuk melawan "separatisme Islam", yang menurutnya mengancam untuk mengambil kendali di beberapa komunitas Muslim di seluruh Prancis.

    Dia juga menggambarkan Islam sebagai agama "dalam krisis" di seluruh dunia dan mengatakan pemerintah akan mengajukan RUU pada Desember untuk memperkuat undang-undang 1905 yang secara resmi memisahkan gereja dan negara di Prancis.

    Komentarnya, selain dukungannya terhadap outlet satir yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, telah menarik kecaman luas dari umat Islam di seluruh dunia. Bahkan kini hubungan Prancis dengan Turki menegang, setelah kecaman keras dari Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada Macron.

    Kecaman Indonesia

    Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecamannya kepada Macron. Kementerian Luar Negeri memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia Olivier Chambard, terkait ucapan Presiden termuda Prancis itu.

    Baca: Kemenlu Panggil Dubes Prancis, Kecam Ucapan Presiden Macron.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah menyampaikan bahwa Dubes Chambard melakukan pertemuan di Pejambon, Selasa 27 Oktober 2020.

    “Dalam pertemuan. Kemenlu menyampaikan kecaman terhadap Presiden Prancis yang menghina agama Islam,” tegasnya, saat dihubungi Medcom.id.

    Ucapan Macron sendiri terkait dengan pembunuhan seorang guru bahasa, Samuel Paty yang memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada siswa-siswanya di kelas. Macron pun menegaskan "tidak akan melepaskan kartun kami” atas dasar kebebasan berbicara.
     
    Islam jelas melarang untuk menggambarkan sosok Nabi Muhammad dalam bentuk apapun. Siapapun yang melakukan hal tersebut, dianggap melecehkan.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id