comscore

Penyelidikan Palestina: Tentara Israel Sengaja Menembak Shireen Abu Akleh

Fajar Nugraha - 27 Mei 2022 07:37 WIB
Penyelidikan Palestina: Tentara Israel Sengaja Menembak Shireen Abu Akleh
Jurnalis Palestina membawa foto jurnalis Shireen Abu Akleh. Foto: Anadolu
Ramallah: Otoritas Palestina mengatakan pada Kamis 26 Mei 2022 penyelidikannya atas pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh menunjukkan bahwa dia ditembak oleh seorang tentara Israel dalam "pembunuhan yang disengaja".

Israel dengan marah membantah tuduhan itu dan mengatakan pihaknya melanjutkan penyelidikannya sendiri atas kematian Abu Akleh, yang meninggal pada 11 Mei 2022 ketika dia sedang meliput serangan militer Israel di kota Jenin di Tepi Barat.
Baca: Satu Suara, DK PBB Kutuk Pembunuhan Jurnalis Palestina.

Tentara Israel telah mengatakan, sebelumnya bahwa dia mungkin telah ditembak secara tidak sengaja oleh salah satu tentaranya atau oleh seorang militan Palestina dalam baku tembak.

Jaksa Agung Palestina Akram Al-Khatib mengatakan kepada wartawan bahwa penyelidikannya menunjukkan tidak ada militan yang dekat dengan Abu Akleh ketika dia meninggal.

“Satu-satunya sumber tembakan di tempat itu berasal dari pasukan pendudukan dengan niat untuk membunuh,” kata Al-Khatib, merujuk pada Pasukan Pertahanan Israel (IDF), seperti dikutip AFP, Jumat 27 Mei 2022.

Dia menambahkan bahwa Abu Akleh, yang telah mengenakan helm dan rompi bertuliskan ‘Pers’ yang dengan jelas menandainya sebagai seorang jurnalis, telah mencoba melarikan diri dengan beberapa rekan wartawan ketika tembakan pertama terdengar.

"Ini merupakan kejahatan perang," kata Al-Khatib.

Jaringan TV Al Jazeera Qatar mengatakan akan merujuk pembunuhan itu ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Sementara Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menolak temuan itu.

"Setiap klaim bahwa IDF dengan sengaja merugikan jurnalis atau warga sipil yang tidak terlibat, adalah kebohongan yang terang-terangan," tulisnya di Twitter.

Baca: Israel Tidak Akan Selidiki Pembunuhan Shireen Abu Akleh.

Dia mengulangi seruannya kepada Palestina untuk bekerja sama dengan Israel dalam penyelidikan dan menyerahkan peluru untuk tes balistik untuk melihat apakah itu cocok dengan senjata militer Israel.

Palestina mengatakan, mereka tidak mempercayai Israel dan telah menolak untuk mengadakan penyelidikan bersama.

Al-Khatib mengatakan, tes menunjukkan bahwa peluru yang membunuh Abu Akleh adalah peluru 5,56 mm yang ditembakkan dari senapan semi-otomatis Ruger Mini-14, yang digunakan oleh militer Israel.

Kaliber 5,56 yang sama juga dapat ditembakkan dari senapan M-16 yang dibawa oleh banyak militan Palestina. Al-Khatib tidak mengatakan bagaimana dia yakin itu berasal dari senapan Israel.

Israel mengatakan satu-satunya cara untuk memastikan apakah itu ditembakkan oleh salah satu tentaranya adalah dengan menganalisis peluru dan melihat apakah tanda di atasnya cocok dengan laras senjata Israel.

"Saya terus meminta PA untuk menyerahkan peluru dan temuannya. Kami siap dan bersedia melakukan penyelidikan bekerja sama dengan aktor internasional," pungkas Gantz.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id