Menlu AS Tegaskan Dukung Solusi Dua Negara Palestina dan Israel

    Willy Haryono - 23 Februari 2021 08:04 WIB
    Menlu AS Tegaskan Dukung Solusi Dua Negara Palestina dan Israel
    Menlu AS Antony Blinken menegaskan dukungan solusi dua negara. Foto: AFP



    Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mendorong solusi dua negara untuk mengakhiri konflik Palestina dan Israel. Hal itu disampaikannya saat menghubungi Menlu Israel Gabi Ashkenazi.

    Blinken menekankan keyakinan pemerintahan Biden bahwa “solusi dua negara adalah cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel”. Menlu Blinken menekankan pentingnya solusi ini untuk perdamaian Israel-Palestina selama panggilan telepon Senin 22 Februari 2021.




    “Selama panggilannya dengan Menlu Ashkenazi, Menlu Blinken berbicara tentang pendekatan AS menuju masa depan yang lebih damai, aman, dan makmur bagi Israel, Palestina, dan Timur Tengah yang lebih luas," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price dalam keterangan tertulis Kemenlu AS, yang diterima Medcom.id, Selasa 23 Februari 2021.

    “Menlu Blinken juga menekankan keyakinan pemerintahan (Presiden Joe) Biden bahwa solusi dua negara adalah cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel sebagai negara Yahudi dan demokratis, hidup dalam damai bersama negara Palestina yang layak dan demokratis," imbuh Ned Price dalam sebuah pernyataan.

    Seruan itu adalah yang kedua di antara para diplomat top sejak Blinken menjabat bulan lalu di awal pemerintahan Biden.

    Selama masa jabatan empat tahun mantan Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bekerja untuk meningkatkan pilar solusi dua negara yang telah lama dipegang untuk mencapai perdamaian dengan Palestina bersama-sama dengan Trump. Pemerintahan Trump memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem dan mendeklarasikan kota yang disengketakan sebagai ibu kota Israel.

    Trump juga mengeluarkan rencana perdamaian Israel-Palestina yang sangat mendukung tuntutan Israel. Rencana ini termasuk menguasai sebagian besar Tepi Barat, dan meninggalkan sedikit wilayah untuk negara Palestina di masa depan sambil mempertahankan semua permukiman Israel, yang ilegal menurut hukum internasional.

    Sikap Trump ini ditolak mentah-mentah oleh Palestina. Pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas pun menolak untuk berunding mengenai kesepakatan apapun di bawah mediasi Trump.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id