Globalisasi Tak Bisa Dihindari, Konektivitas Pemuda Internasional Diutamakan

    Fajar Nugraha - 19 Oktober 2020 07:03 WIB
    Globalisasi Tak Bisa Dihindari, Konektivitas Pemuda Internasional Diutamakan
    Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur. Foto: Dok.KBRI Addis Ababa
    Addis Ababa: Konektivitas internasional dan kerja sama global antar pemuda dunia merupakan keharusan. Tidak ada satu pun sistem ilmu, profesi atau tiang-tiang penopang kehidupan suatu bangsa, baik dibidang ekonomi, sosial budaya apalagi politik, yang tidak terkoneksi dengan dunia global.

    Hal ini menjadi pemikiran dari Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur, ketika membuka secara resmi dan virtual ‘Indonesia Youth Potential Festival 2020’ Minggu 18 Oktober 2020.

    Acara pembukaan festival yang berlangsung selama beberapa hari itu dihadiri sekitar 250 orang pemuda baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Kegiatan diselenggarakan oleh Youth Ranger Indonesia.

    “Globalisasi adalah kenyataan yang harus dijadikan kendaraan menuju destinasi yang tepat dan benar. Globalisasi adalah fakta yang harus dijadikan tunggangan untuk memajukan bangsa Indonesia dan perdamaian dunia,” ujar Dubes Al Busyra, dalam keterangan tertulis KBRI Addis Ababa, yang diterima Medcom.id, Senin 19 Oktober 2020.

    “Pemuda Indonesia harus ingat bahwa kita hidup di alam global, kita adalah bagian dari aktor globalisasi, dan kita sepenuhnya terlibat aktif di dalamnya,” jelas Dubes Al Busyra.

    “Namun, pemuda tidak boleh hanyut apalagi larut tanpa makna didalam gelombang globalisasi itu. Ingat bahwa kita, bangsa Indonesia mempunyai kekayaan luhur dan abadi, budaya bangsa bernilai tinggi dan sejarah yang memberi pengajaran dan pembelajaran dengan segala kebaikan dan kebijakan kepada anak-anak dan cucu-cucu bangsa Indonesia,” kata Al Busyra.

    Duta besar yang juga mantan aktivis pemuda dan peserta beberapa program pemuda internasional itu, mengingatkan bahwa pada saat ini pemuda dunia masih bergelut dengan berbagai persoalan mendasar kehidupan.

    “Namun, saat ini masih banyak anak-anak, remaja dan pemuda yang menderita kelaparan, tak punya kain pembalut kulit, tidur berkasurkan tanah, beratapkan bintang-bintang dilangit dan berselimutkan hembusan angin dingin. Dan pada saat yang sama, tidak sedikit pula mereka, yang dalam kondisi seperti itu, harus berjuang mempertahankan hidup dari ancaman ledakan bom dan desing peluru akibat konflik dan perperangan yang melanda berbagai wilayah dan kawasan dunia,” pungkasnya.


    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id