Ethiopia Tembak Jatuh Pesawat Membawa Bantuan Virus Korona

    Arpan Rahman - 11 Mei 2020 17:09 WIB
    Ethiopia Tembak Jatuh Pesawat Membawa Bantuan Virus Korona
    Ilustrasi oleh AFP.
    Bardale: Sebuah pesawat Kenya yang membawa persediaan medis kemanusiaan untuk membantu pandemi covid-19 di Afrika timur dilaporkan ditembak jatuh awal pekan ini oleh tentara Ethiopia.

    Pesawat itu terbakar di dekat bandara di Bardale, yang terletak di bagian barat daya Somalia -,sekitar 290 kilometer dari ibukota Mogadishu di pantai Samudera Hindia,-tetapi relatif dekat dengan daerah di mana Ethiopia, Kenya, dan Somalia  berbatasan.

    Sementara BBC mengatakan pesawat itu mungkin ditembak jatuh.  Al-Jazeera mengatakan militer Ethiopia menembak jatuh karena ‘keliru’ mengira itu adalah pesawat dalam misi bunuh diri.

    Laporan al-Jazeera menyatakan bahwa tentara Ethiopia yang menembaki pesawat mengatakan mereka bereaksi karena itu adalah "penerbangan tidak biasa" yang terbang agak "rendah."

    "Karena kurangnya komunikasi dan kesadaran, pesawat itu ditembak jatuh," kata tentara Ethiopia dalam laporan Al-Jazeera.

    "Insiden itu akan membutuhkan tim investigasi kolaboratif dari Somalia, Ethiopia, dan Kenya untuk lebih memastikan kebenaran," tambahnya, disitir dari Newsweek, Senin 11 Mei 2020.

    Pesawat African Express membawa persediaan kemanusiaan dan medis untuk membantu pandemi covid-19, yang juga dikenal sebagai krisis virus korona. Keenam orang di dalamnya -,dua warga Kenya dan empat warga negara Somalia,- tewas dalam kecelakaan itu.

    Insiden itu terjadi ketika ketegangan berlanjut, dan terus meningkat, antara Ethiopia dan Kenya.

    Meskipun pemerintah Somalia melindungi lapangan udara Bardale dengan tentaranya, dengan bantuan dari pasukan Ethiopia yang ditugaskan ke Uni Afrika (AU), di wilayah tersebut hadir kelompok militan al-Shabab. Bagian dari misi penjaga perdamaian AU adalah untuk melindungi warga lokal dari al-Shabab.

    Pejabat Kenya telah mendesak penduduk mereka, dan setiap pesawat khusus yang beroperasi atau melakukan misi di wilayah itu, untuk waspada "mengingat keadaan yang tidak jelas di sekitar insiden tersebut."

    "Pesawat itu akan mendarat di landasan udara Bardale ketika jatuh dan terbakar. Pesawat terbang dari Mogadishu ke Baidoa dan kemudian melanjutkan ke kota Bardale sebelum jatuh,” kata Abdulahi Isack, seorang pejabat polisi.

    Otoritas Penerbangan Sipil Kenya tidak tahu waktu pasti kecelakaan itu, tetapi mengatakan kehilangan kontak dengan pesawat sekitar pukul 16.20 waktu setempat Senin lalu. African Express Airways akan mengirim tim untuk membantu menyelidiki kecelakaan yang diyakini akibat penembakan pesawat.

    Virus korona pertama kali terdeteksi di Tiongkok pada akhir 2019 dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. 

    Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Senin 11 Mei 2020, jumlah kasus positif covid-19 di dunia mencapai 4.116.767 jiwa. Korban meninggal akibat wabah itu mencapai 282.872 orang dan yang sembuh menyentuh angka 1.418.017 jiwa.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id