Rangkaian Aksi Kekerasan di Darfur Sudan Tewaskan 83 Orang

    Willy Haryono - 18 Januari 2021 07:28 WIB
    Rangkaian Aksi Kekerasan di Darfur Sudan Tewaskan 83 Orang
    UNAMID, misi penjaga perdamaian gabungan DK PBB dan Uni Afrika di Sudan. (AFP)


    Darfur: Rangkaian aksi kekerasan di wilayah Darfur, Sudan, menewaskan setidaknya 83 orang dalam beberapa hari terakhir hingga Minggu, 17 Januari 2021. Perempuan dan anak-anak termasuk dari jajaran warga yang meninggal.

    Aksi kekerasan sporadis sekelompok milisi di Darfur, terutama di kota El Geneina, juga melukai 160 warga.




    Dikutip dari laman DW, aksi kekerasan dipicu perkelahian antar dua penghuni sebuah kamp orang telantar. Salah satu dari mereka, yakni seorang pria dari suku Arab Rizeigat, ditusuk hingga tewas.

    "Milisi bersenjata memanfaatkan insiden tersebut dan menyerang El Geneina dari segala sisi," kata sebuah grup hak asasi manusia, Darfur Bar Association.

    Sudan telah memberlakukan aturan jam malam di Darfur Barat. Menurut laporan beberapa media, orang-orang yang melarikan diri dari kamp El Geneina tetap menjadi sasaran tembak sekelompok milisi.

    Sebuah serikat dokter di Sudan "menyerukan pengamanan fasilitas kesehatan" dan akses transportasi untuk membantu tenaga medis dalam menolong mereka yang terluka. Selain di El Geneina, sekelompok milisi juga menyerang kamp Abu Zar pada Minggu pagi.

    Sejumlah aksi kekerasan terjadi hanya beberapa pekan usai Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) mengumumkan penarikan misi penjaga perdamaian UNAMID dari kawasan. UNAMID adalah misi gabungan antara DK PBB dan Uni Afrika.

    Kepergian pasukan penjaga perdamaian PBB di Sudan terjadi 13 tahun usai UNAMID dibentuk. Warga lokal memprotes langkah tersebut, khawatir aksi kekerasan akan kembali meningkat saat tidak adanya pasukan penjaga perdamaian PBB.

    Sudan sedang berjalan dalam koridor menuju demokrasi usai tergulingnya tokoh diktator Omar al-Bashir dalam pemberontakan.

    Baca:  Presiden Sudan Mengundurkan Diri

    Sabtu kemarin, otoritas Sudan memberlakukan jam malam, menutup semua pasar dan juga perkumpulan publik. Pemerintah pusat Sudan di Khartoum juga mengerahkan sebuah delegasi pejabat, termasuk jajaran jaksa, untuk mencoba memulihkan situasi di kawasan.

    Pecahnya rangkaian aksi kekerasan terbaru mempertanyakan kemampuan pemerintah transisi Sudan dalam menstabilkan negara, terutama untuk wilayah Darfur.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id