Dua WNI Ditahan, KBRI Layangkan Nota Diplomatik ke Iran

    Fajar Nugraha - 05 Januari 2021 21:15 WIB
    Dua WNI Ditahan, KBRI Layangkan Nota Diplomatik ke Iran
    Kapal Tanker Hankuk Chemi didekati oleh kapal Angkatan Laut Iran. Foto: Tasnim
    Teheran: Sebanyak dua warga negara Indonesia (WNI) ditahan oleh pihak berwenang Iran. Mereka ada bagian dari anak buah kapal (ABK) kapal tanker Korea Selatan (Korsel) yang disita Iran.

    Baca: Dua ABK WNI Turut Ditahan dari Kapal Tanker Korsel yang Disita Iran.

    Melihat kondisi ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran menyatakan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di Iran terkait keberadaan dan kondisi dua orang WNI ABK Hankuk Chemi. Ini adalah kapal berbendera Korea Selatan yang ditahan oleh otoritas Iran.

    “KBRI Tehran telah melayangkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Iran mengenai permintaan klarifikasi terkait keberadaan kedua WNI ABK tersebut. Selain juga mengajukan permintaan akses kekonsuleran dan komunikasi dengan keduanya,” keterangan KBRI Teheran yang diterima Medcom.id, Selasa 5 Januari 2020.

    “Kementerian Luar Negeri Iran menyampaikan bahwa pihaknya telah mengunjungi kapal MT Hankook Chemi dan menyatakan seluruh kru termasuk kedua WNI ABK saat ini  berada dalam kondisi baik dan sehat,” ujar keterangan itu.

    Menurut laporan, seluruh kru, total berjumlah 20 orang. Mereka termasuk lima warga negara Korea, 11 pelaut dari Myanmar, dua WNI, serta dua Vietnam.

    Penyitaan dilakukan oleh Angkatan Laut Garda Revolusi Iran (IRGC) di Selat Hormuz. IRGC mengatakan bahwa mereka telah menyita kapal, yang memiliki tonase kotor 9.797 ton, setelah menerima permintaan dari Organisasi Pelabuhan dan Maritim negara itu dan menyebutkan bahwa kapal melakukan tindakan pencemaran lingkungan. Mereka bertindak atas surat perintah yang dikeluarkan oleh kantor kejaksaan Provinsi Hormozgan di sepanjang Selat Hormuz.
     
    Insiden tersebut dikonfirmasi lebih lanjut oleh badan United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO), yang memantau keamanan maritim di wilayah tersebut. "Sebagai konsekuensi dari interaksi ini, kapal melakukan perubahan arah ke utara dan melanjutkan ke perairan teritorial Iran," katanya dalam sebuah pernyataan.
     
    Operator Hankuk Chemi yang berbasis di Korea Selatan, DM Shipping, membantah kapal itu melanggar protokol lingkungan apa pun. 

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id