comscore

Pagar Baru Israel Diklaim Mampu Deteksi Terowongan Hamas

Medcom - 13 Desember 2021 20:58 WIB
Pagar Baru Israel Diklaim Mampu Deteksi Terowongan Hamas
Menhan Israel Benny Gantz. (AFP)
Gaza: Pemerintah Israel telah menyelesaikan pagar senilai lebih dari Rp14,5 triliun di sekitar Jalur Gaza, Palestina. Pagar tersebut dilengkapi dengan sensor yang diklaim mampu mendeteksi terowongan milik kelompok Hamas.

Kabar mengenai pagar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Hamas, yang mengancam akan melakukan "eskalasi" dalam beberapa pekan ke depan.
Hamas merupakan gerakan yang didirikan Abdel Aziz al-Rantissi, Ahmed Yassin, dan Mahmoud al-Zahar sejak 1987. Gerakan yang menentang pendudukan Zionis ini berbasis di Gaza, Palestina.

Dilansir dari Independent.ie pada Senin, 13 Desember 2021, Kementerian Pertahanan Israel telah memasang radar, sistem deteksi bawah tanah, dan pusat komando di perbatasan sepanjang 60 kilometer dalam tiga tahun terakhir.

Tujuan utamanya adalah mencegah Hamas menggali terowongan ke wilayah Israel. Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan, pagar itu juga dapat menghentikan upaya penyeberangan ilegal menuju Israel via Mediterania.

"Pagar penghalang ini, yang merupakan proyek inovatif berteknologi tinggi, dapat menghalangi kemampuan Hamas dalam mengembangkan (terowongan). Pagar ini juga menghadirkan 'dinding besi,' sensor dan penghalang beton yang memisahan organisasi teror dan penduduk selatan Israel," kata Gantz.

Otoritas Israel memandang pagar tersebut sebagai simbol keamanan dan stabilitas. Namun bagi warga Palestina di Jalur Gaza, pagar itu merupakan pengingat akan tindakan represif Israel yang melakukan blokade sejak 2007.

Baik Israel maupun Mesir diketahui secara ketat mengontrol arus barang dan orang di Jalur Gaza, wilayah Palestina yang berpenduduk sekitar dua juta jiwa.

Beberapa aspek dari teknologi terbaru pagar Israel dirahasiakan dengan alasan keamanan nasional. Namun, secara umum sensor pagar tersebut mampu mendeteksi gerakan di bawah tanah, yang informasi dapat diteruskan ke pusat komando.

"Kami akan terus menjaga kesiagaan kami dalam menggagalkan segala upaya yang berpotensi menyakiti warga Israel, terutama terkait ancaman serangan roket dari Gaza," ujar Gantz.

Pernyataan Gantz disampaikan di saat beberapa kelompok Palestina, termasuk Hamas, mengancam "eskalasi" terkait blokade berkepanjangan, yang diklaim telah menghalangi akses masuk bantuan ke wilayah tersebut.

Baca:  Baku Tembak di Pengungsian Palestina, Tiga Orang Dilaporkan Tewas

"Kami sedang mempertimbangkan opsi eskalasi dengan Israel sehubungan dengan pengepungan Gaza yang terus berlanjut dan juga penundaan rehabilitasi Jalur Gaza," ucap seorang sumber Hamas kepada Al Jazeera.

"Kami tidak akan membiarkan situasi saat ini berlanjut, dan fase berikutnya akan membuktikan kredibilitas kata-kata kami," tambahnya. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id