comscore

Populer Internasional: Israel Culik Warga Palestina Hingga Taliban Minta Bantuan UE

Willy Haryono - 30 November 2021 08:49 WIB
Populer Internasional: Israel Culik Warga Palestina Hingga Taliban Minta Bantuan UE
Sekelompok prajurit Israel saat hendak menghadapi demonstran Palestina. (AFP)
Bethlehem: Tentara Israel disebut menyerbu, menculik seorang warga Palestina, dan melukai puluhan lainnya di Saff pusat kota Betlehem. Kabar tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Selasa, 30 November 2021.

Dua berita terpopuler lainnya adalah tekad Selandia Baru untuk tetap "hidup bersama Covid-19" serta permintaan bantuan dari kelompok Taliban kepada Uni Eropa.

Berikut selengkapnya:

  • Tentara Israel Culik Warga Palestina di Betlehem dan Lukai Puluhan Lainnya
Insiden penyerbuan dan penculikan itu dikabarkan terjadi pada Minggu malam kemarin. Seorang sumber media mengatakan, tentara Israel menyerbu dan menggeledah rumah-rumah di Ismael al-Battat.
Sumber itu menambahkan, tentara Israel menculik putranya yang berusia 23 tahun dan membawanya ke fasilitas penahanan dan interogasi Etzion.

Apa lagi detail dari dugaan penculikan ini? Cek selengkapnya di sini.
  • Selandia Baru Akan Tetap 'Hidup Bersama Covid-19' Walau Ada Ancaman Omicron
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menegaskan negaranya akan tetap berpindah ke sistem 'hidup bersama Covid-19' pada akhir pekan ini. Keputusan ini tetap diambil meskipun muncul ancaman baru, yakni varian Omicron.

Sejauh ini, Selandia Baru belum mengidentifikasi kasus Omicron. Namun, kata PM Ardern, situasi global yang terus berkembang menjadi pengingat bahwa mereka harus terus berhati-hati, terutama seputar keamanan di perbatasan.

"Omicron adalah pengingat dari risiko yang masih ada di perbatasan kita," kata PM Ardern.

Apa lagi yang akan dilakukan Selandia Baru dalam mengantisipasi varian Omicron? Cek selengkapnya di sini.
  • Taliban Minta Uni Eropa Tetap Operasikan Bandara Afghanistan
Uni Eropa (UE) mengatakan, Taliban meminta bantuan untuk tetap mengoperasikan bandara Afghanistan. Akhir pekan kemarin, Taliban menyebutkan bahwa tidak beroperasinya bandara di Afghanistan menimbulkan ‘keprihatinan besar’ terkait situasi kemanusiaan di negara mereka.

Permintaan ini disampaikan dalam pertemuan antara Taliban dengan pejabat UE pada akhir pekan kemarin.

Seperti apa detail pertemuan tersebut? Cek selengkapnya di sini.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id