Mesir Tangkap 10 Jurnalis Sejak Awal Wabah Covid-19

    Willy Haryono - 23 Mei 2020 16:02 WIB
    Mesir Tangkap 10 Jurnalis Sejak Awal Wabah Covid-19
    Sekelompok polisi bersiaga di Kairo, Mesir. (Foto: AFP)
    Kairo: Sedikitnya 10 jurnalis telah ditangkap otoritas Mesir sejak virus korona (covid-19) terdeteksi di negara tersebut. Kelompok bernama Arab Network for Human Rights Information menuding Pemerintah Mesir sengaja menggunakan momen pandemi covid-19 untuk meningkatkan operasi pembungkaman kritik.

    "Kondisi kebersihan di penjara-penjara Mesir memburuk, dan para narapidana tidak mendapatkan layanan kesehatan memadai, terutama mereka yang mengalami penyakit kronis," ujar grup tersebut, merujuk pada Shady Habash, seorang pembuat film asal Mesir yang ditahan selama dua tahun tanpa persidangan dan meninggal bulan ini.

    Menurut Arab Network for Human Rights Information, dilansir dari Yeni Safak, Sabtu 23 Mei 2020, Pemerintah Mesir tidak hanya memenjarakan jurnalis, namun juga melarang segala jenis kontak dan kunjungan oleh keluarga.

    Akhir pekan kemarin, pasukan keamanan Mesir menangkap Lina Atallah, seorang pemimpin redaksi situs Mada Masr. Penangkapan dilakukan saat dirinya sedang mewawancarai seseorang. Usai ditangkap, ia dikenai denda dan dibebaskan.

    Sameh Hanin, seorang jurnalis dan juga juru kamera, ditangkap pekan ini atas tuduhan "membantu sebuah grup teroris." Tudingan semacam itu kerap digunakan Mesir dalam menangkap sejumlah kritikus.

    Arab Network for Human Rights Information memaparkan detail penangkapan sejumlah tokoh media, termasuk pemilik kantor berita, presenter televisi, pemimpin redaksi, dan produser acara dokumenter.

    Dalam banyak kasus, pasukan keamanan biasanya menerobos masuk rumah, membawa target ke kantor polisi, dan menudingnya telah menyebarkan "berita palsu" atau mendukung "grup teroris."

    Kamis kemarin, Arab Network for Human Rights Information mengatakan bahwa pasukan keamanan Mesir telah menghilangkan seorang jurnalis bernama Shayma Samy, yang belakangan menulis untuk kantor berita partai oposisi. Hingga kini Syama belum muncul di hadapan jaksa, dan otoritas Mesir juga masih menolak berkomentar mengenai hal tersebut.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id