Ingin Terapkan Kembali Sanksi PBB, Iran: AS Sudah Kalah

    Fajar Nugraha - 17 September 2020 09:05 WIB
    Ingin Terapkan Kembali Sanksi PBB, Iran: AS Sudah Kalah
    Menlu AS Mike Pompeo tegaskan ingin terapkan kembali sanksi untuk Iran. Foto: AFP
    Washington: Amerika Serikat (AS) mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya berencana untuk menjatuhkan sanksi kepada mereka yang melanggar embargo senjata PBB terhadap Iran. Embargo senjata itu rencananya akan berakhir pada 18 Oktober seperti yang disepakati dalam kesepakatan nuklir 2015.

    Perwakilan Khusus AS untuk Venezuela dan Iran Elliott Abrams mengatakan Washington dapat menolak akses ke pasar AS bagi siapa pun yang berdagang senjata dengan Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump terus menuduh bahwa Iran masih upaya untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun Iran membantah tuduhdan itu.

    Pada 2018 Trump keluar dari kesepakatan nuklir Iran -,di mana Teheran membatasi kegiatan nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi,- dan menerapkan kembali sanksi AS. Washington juga mengatakan telah memicu kembalinya semua sanksi PBB terhadap Iran, yang akan berlaku akhir pekan ini.

    Tetapi pihak lain dalam kesepakatan nuklir -,Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman dan Rusia,- dan sebagian besar Dewan Keamanan PBB mengatakan mereka tidak yakin Amerika Serikat dapat memberlakukan kembali sanksi PBB atau dikenal dengan mekanisme snapback.

    "Ini seperti menarik pelatuk dan tidak ada peluru yang keluar," kata seorang diplomat senior Dewan Keamanan PBB tanpa menyebut nama, seperti dikutip AFP, Kamis 17 September 2020.

    "Tidak akan ada snapback (penerapan kembali sanksi), sanksi akan tetap ditangguhkan, (kesepakatan nuklir) JCPOA akan tetap berlaku,” tegas diplomat itu.

    Ditanya apakah Washington ‘membuat rencana konkret sekarang untuk sanksi sekunder’ untuk menegakkan embargo senjata, Abrams mengatakan kepada wartawan: "Kami, dalam banyak hal, dan akan memiliki beberapa pengumuman selama akhir pekan dan lebih banyak pengumuman pada hari Senin dan kemudian hari-hari berikutnya berikutnya.”

    Para diplomat mengatakan hanya sedikit negara yang kemungkinan akan menerapkan kembali sanksi PBB terhadap Iran.

    Sebelumnya pada Rabu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan kepada wartawan, "Kami akan melakukan semua hal yang perlu kami lakukan untuk memastikan bahwa sanksi tersebut diberlakukan."

    Presiden Iran Hassan Rouhani pada hari Rabu menggambarkan penentangan terhadap Washington sebagai "kemenangan bangsa Iran dan kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam pengaktifan mekanisme snapback."


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id