Pembentukan Pemerintahan Baru Israel Alami Kebuntuan

    Fajar Nugraha - 16 April 2020 12:04 WIB
    Pembentukan Pemerintahan Baru Israel Alami Kebuntuan
    Benny Gantz, masih belom berhasil membentuk pemerintahan bersama PM Benjamin Netanyahu. Foto: AFP
    Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Ketua Parlemen Benny Gantz melewatkan tenggat waktu tengah malam untuk membentuk pemerintah persatuan pada Kamis pagi. Ini memperpanjang kebuntuan politik negara itu.

    Netanyahu dan politikus sayap kanan Gantz, berhadapan langsung dalam tiga pemilihan yang macet selama setahun terakhir.

    Setelah pemungutan suara terbaru bulan lalu, kedua pria tersebut tidak mencapai mayoritas. Tidak satu pun memiliki jalur yang jelas menuju koalisi pemerintahan yang aktif.

    Dengan pandemi covid-19 yang mengakibatkan lebih dari 12.000 infeksi yang dikonfirmasi di Israel, telah ada seruan yang terus meluas untuk aliansi darurat sementara. Kesepakatan antara keduanya akan memberi Israel pemerintahan stabil pertama sejak Desember 2018.

    Presiden Reuven Rivlin mengatakan bahwa jika mereka gagal memenuhi tenggat waktu tengah malam dia kemungkinan akan meminta Parlemen Israel, Knesset, untuk mencalonkan seorang calon perdana menteri.

    Melemparkan keputusan kepada Knesset hampir pasti akan menciptakan lebih banyak ketidakpastian dan kemungkinan pemilihan lagi.

    Gantz, yang memimpin aliansi Biru dan Putih, diberi tenggat waktu empat minggu untuk membentuk pemerintahan.  Mantan kepala tentara Israel pada pemungutan suara Maret, mendapat rekomendasi dari 120 anggota Knesset.

    Tapi dia tidak bisa membentuk pemerintahan karena perpecahan yang besar di dalam blok parlemen antiNetanyahu.

    Setelah terpilih sebagai Ketua Knesset, Gantz berjanji untuk menggunakan sisa masa tenggangnya untuk mencari kesepakatan dengan Netanyahu.

    “Beberapa menit sebelum mandat itu berakhir pada tengah malam Senin, Gantz dan Netanyahu meminta perpanjangan kepada Rivlin, bersikeras bahwa mereka hampir mencapai kesepakatan,” seperti dilaporkan The National, Kamis, 16 April 2020.

    Presiden memberi mereka sampai akhir hari Rabu. Israel ditutup hingga Rabu malam untuk hari terakhir liburan Paskah.

    Kedua belah pihak dilaporkan bertemu hingga larut malam setelah liburan berakhir. Tetapi Blue and White dan Likud dari Netanyahu keduanya menolak untuk mengomentari status pembicaraan.

    Upaya Gantz untuk mencari kesepakatan dengan Netanyahu memicu putusnya aliansi Biru Putih.

    Namun dia mengatakan perlunya meredakan kebuntuan politik dan memperkuat kemampuan Israel untuk menghadapi pandemi. Dengan menjadi Ketua Parlemen Gantz mengakui bahwa Netanyahu akan tetap menjadi perdana menteri, setidaknya melalui bagian pertama dari kesepakatan koalisi.

    “Keduanya dilaporkan telah membahas berbagai pengaturan pembagian kekuasaan termasuk yang akan membuat Gantz mengambil alih jabatan perdana setelah beberapa bulan, atau bertahun-tahun,” imbuh laporan The National.

    “Tetapi hambatan muncul selama pembicaraan koalisi. Kedua belah pihak dilaporkan terpecah atas pilihan menteri kehakiman, yang akan mengawasi kasus korupsi terhadap Netanyahu,” the National menambahkan.

    Pemimpin veteran, yang berkuasa sejak 2009, menjadi perdana menteri Israel pertama yang didakwa setelah dituduh melakukan suap, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan. Netanyahu membantah tuduhan itu.

    Juga dilaporkan ada gesekan tentang penerapan rencana perdamaian Timur Tengah yang banyak dikecam. Rencana perdamaian itu merupakan yang diajukan oleh Presiden AS Donald Trump.

    Netanyahu menginginkan tindakan cepat atas rencana itu, di mana Israel akan mencaplok bagian-bagian penting yang strategis dari Tepi Barat yang diduduki, yang bertentangan dengan hukum internasional. Gantz lebih berhati-hati tentang rencana Trump, yang ditolak oleh Palestina.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id