comscore

443 Orang Tewas Akibat Banjir, Afsel Umumkan Keadaan Bencana Nasional

Marcheilla Ariesta - 19 April 2022 08:43 WIB
443 Orang Tewas Akibat Banjir, Afsel Umumkan Keadaan Bencana Nasional
Banjir bandang di Afrika Selatan jadi keadaan bencana nasional./AFP
Johannesburg: Afrika Selatan (Afsel) mengumumkan keadaan bencana nasional menyusul banjir dahsyat di provinsi KwaZulu-Natal timur. Banjir merenggut ratusan nyawa dan meninggalkan jejak kehancuran.

"Kabinet bertemu dalam sesi khusus tadi malam dan memutuskan untuk mengumumkan keadaan bencana nasional," kata Presiden Cyril Ramaphosa dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin, 18 April malam waktu setempat.
Dilansir dari Anadolu, Selasa, 19 April 2022, Ramaphosa mengatakan, pemerintah sekarang akan mengoordinasikan dan mengelola bencana sambil bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan kota.

Menurutnya, banjir yang dimulai pekan lalu setelah hujan yang tidak biasa telah menewaskan total 443 orang dan sekitar 48 lainnya hilang atau belum ditemukan.

Baca juga: Korban Akibat Banjir Afrika Selatan Meningkat, 341 Orang Tewas

"Banjir telah menyebabkan kerusakan parah pada rumah, bisnis, jalan, jembatan dan infrastruktur air, listrik, kereta api dan telekomunikasi," ujarnya.

Pemimpin Afrika Selatan itu mengatakan hampir 4.000 rumah hancur total dan lebih dari 8.300 rusak sebagian. Diperkirakan lebih dari 40 ribu orang mengungsi akibat banjir.

"Ini adalah bencana kemanusiaan yang membutuhkan upaya bantuan besar-besaran dan mendesak. Nyawa, kesehatan, dan kesejahteraan ribuan orang masih dalam bahaya," serunya.

Ramaphosa mengatakan banjir menyebabkan kerusakan ekonomi dan sosial yang besar, terutama mempengaruhi bisnis, termasuk Pelabuhan Durban. Pelabuhan tersebut adalah salah satu terminal pengiriman terbesar dan tersibuk di benua itu, yang sangat penting bagi perekonomian Afrika Selatan.

"Akses ke pelabuhan telah terganggu oleh kerusakan parah pada Jalan Bayhead, yang menghubungkan operasi pelabuhan Durban ke seluruh negeri," katanya.

Ramaphosa mengatakan diperkirakan lebih dari 270.000 pelajar juga terpengaruh. Lebih dari 600 sekolah rusak.

Dia mengatakan, pemerintah akan membangun kembali rumah yang rusak dan menyediakan kebutuhan dasar bagi para korban yang terkena dampak, termasuk makanan dan akomodasi. Ini juga bekerja untuk membangun kembali infrastruktur publik yang rusak.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id