Misil Hantam Kilang Minyak Suriah, 4 Tewas 24 Terluka

    Willy Haryono - 06 Maret 2021 18:36 WIB
    Misil Hantam Kilang Minyak Suriah, 4 Tewas 24 Terluka
    Petugas berusaha memadamkan api di lokasi serangan misil di sebuah kilang minyak di Tarhin, Aleppo, Suriah pada Jumat malam, 5 Maret 2021. (Aref TAMMAWI/AFP)



    Damaskus: Serangan misil terhadap beberapa kilang minyak di Suriah bagian utara menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 20 lainnya. Kabar disampaikan grup pemantau Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) pada Sabtu, 6 Maret 2021.

    SOHR mengatakan rentetan misil yang diluncurkan dari kapal perang Rusia dan pasukan pemerintah Suriah mengenai beberapa kilang minyak di provinsi Aleppo pada Jumat malam.






    Kebakaran besar melanda area serangan karena sejumlah truk tanker ikut terbakar dan meledak. Area tempat terjadinya serangan merupakan wilayah yang dikendalikan Turki beserta sejumlah pemberontak Suriah.

    "Empat orang tewas, sementara 24 lainnya mengalami beragam luka," ujar SOHR, dilansir dari laman France 24. Serangan disebut SOHR terjadi di dekat kota Jarablus.

    Baca:  Suriah Sebut Roket Israel Hantam Ibu Kota Damaskus

    Rami Abdul Rahman, kepala SOHR, mengatakan bahwa setidaknya satu anggota kelompok pemberontak Suriah tewas dalam serangan tersebut. Petugas penyelamat menghabiskan waktu berjam-jam untuk memadamkan api yang menyebar ke sekitar 30 truk minyak.

    Instalasi minyak di Aleppo berulang kali diserang dalam beberapa bulan terakhir. Rusia dan Suriah sama-sama tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap kilang minyak di Aleppo.

    Bulan lalu, SOHR mencatat ada dua serangan misil yang melanda area kilang minyak di Aleppo. Satu bulan sebelumnya, pesawat tanpa awak (drone) tak dikenal juga menyerang beberapa kilang minyak di provinsi tersebut.

    Perang Suriah telah menewaskan lebih dari 387 ribu orang dan membuat jutaan lainnya kehilangan tempat tinggal sejak 2011. Konflik berkepanjangan ini dimulai dari unjuk rasa damai anti-pemerintah.

    Demonstrasi tersebut kemudian berevolusi menjadi konflik yang melibatkan banyak kelompok militan dan sejumlah negara.

    Turki telah menguasai beberapa wilayah di Suriah lewat operasi militer melawan kelompok Islamic State (ISIS) dan pasukan Kurdi sejak 2016.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id