Israel Gunakan Perangkat Lunak untuk Mata-matai Jurnalis

    Fajar Nugraha - 22 Juni 2020 18:12 WIB
    Israel Gunakan Perangkat Lunak untuk Mata-matai Jurnalis
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Tel Aviv: Kelompok pemerhati HAM, Amnesty International mengatakan bahwa perangkat lunak yang dikembangkan oleh perusahaan keamanan Israel, NSO Group, digunakan untuk memata-matai seorang jurnalis Maroko. Ini merupakan tuduhan terbaru dalam serangkaian tuduhan terhadap perusahaan NSO.

    Perusahaan Israel itu mengatakan kepada AFP bahwa mereka ‘sangat terganggu oleh tuduhan dan sedang meninjau informasi’.

    Amnesty mengatakan otoritas Maroko menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan NSO bernama ‘Pegasus’ untuk memasukkan perangkat sadap ke ponsel Omar Radi. Radi adalah seorang jurnalis yang dihukum pada Maret atas sebuah posting media sosial.

    Pegasus dilaporkan merupakan alat yang sangat menyerang dandapat menghidupkan kamera dan mikrofon ponsel target. Selain itu, perangkat ini mampu mengakses data di dalamnya serta secara efektif mengubah ponsel menjadi mata-mata saku.

    "Serangan itu terjadi selama periode ketika Radi berulang kali diserang oleh pemerintah Maroko, dengan satu serangan terjadi hanya beberapa hari setelah NSO berjanji untuk menghentikan produknya yang digunakan dalam pelanggaran hak asasi manusia," kata Amnesty dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP, Senin, 22 Juni 2020.

    “Peretasan telepon Radi berlanjut sampai setidaknya Januari,” sebut kelompok hak asasi yang berbasis di London, Inggris.

    Perusahaan Israel itu mengatakan, tidak dapat mengomentari hubungan yang mungkin dimiliki NSO Group dengan pihak berwenang Maroko karena klausul kerahasiaan. Tetapi mereka sedang mencari informasi atas isu yang diajukan oleh Amnesty.

    Perusahaan mengatakan kepada AFP bahwa mereka akan "memulai penyelidikan jika diperlukan".

    Amnesty menyebutkan bahwa Radi telah menjadi sasaran sistematis oleh pihak berwenang Maroko karena jurnalisme dan aktivismenya.

    Pada Maret, pengadilan Maroko memberinya hukuman percobaan empat bulan karena mengkritik seorang hakim melalui Twitter. Dia mengatakan kepada AFP pada saat itu bahwa dia akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

    Amnesty telah mengajukan petisi kepada pengadilan Israel untuk mencabut izin ekspor dari Kementerian Pertahanan Israel untuk NSO karena berbagai tuduhan peretasan. Kasus ini sedang berlangsung dan Amnesty mengatakan pada hari Senin bahwa mereka mengharapkan keputusan ‘segera’.

    NSO sedang digugat di Amerika Serikat oleh layanan pesan WhatsApp atas dugaan spionase dunia maya terhadap aktivis hak asasi manusia dan lainnya.

    Perusahaan Israel itu mengatakan, mereka hanya melisensikan perangkat lunaknya kepada pemerintah untuk ‘memerangi kejahatan dan teror’ dan bahwa mereka menyelidiki tuduhan penyalahgunaan yang kredibel.

    Namun, perusahaan telah menjadi berita utama sejak 2016 ketika para peneliti menuduhnya membantu memata-matai seorang aktivis di Uni Emirat Arab (UEA).

    Didirikan pada 2010 oleh Israel Shalev Hulio dan Omri Lavie, NSO Group berbasis di pusat teknologi tinggi Israel, Herzliya, dekat Tel Aviv. Perusahaan tersebut dikatakan mempekerjakan 600 orang di Israel dan di seluruh dunia.




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id