Libya akan Boikot Pertemuan Darurat Liga Arab

    Willy Haryono - 22 Juni 2020 13:18 WIB
    Libya akan Boikot Pertemuan Darurat Liga Arab
    Sebuah sesi berlangsung di markas besar Liga Arab di Kairo, Mesir, 4 Maret 2020. (Foto: AFP)
    Tripoli: Perwakilan pemerintahan resmi Libya berencana memboikot pertemuan darurat Liga Arab. Padahal, pertemuan Liga Arab itu akan membahas seputar situasi terkini di Libya.

    Dikutip dari Anadolu Agency, Senin 22 Juni 2020, Mohammed al-Qablawi mengatakan bahwa Pemerintah Perjanjian Nasional (GNA) Libya telah mengkaji keputusan Liga Arab dan menolak menghdiri pertemuan darurat tersebut.

    Sekretariat Liga Arab mengumumkan bahwa pertemuan soal Libya -- yang dijadwalkan berlangsung Senin ini -- diundur hingga Selasa 23 Juni. Sekretariat mengaku masih perlu menyelesaikan persiapan teknis dan memastikan kehadiran semua delegasi.

    Kementerian Luar Negeri Libya juga sebelumnya pernah menegaskan tidak akan mengirim delegasi ke pertemuan darurat Liga Arab. Tripoli menyebut hal ini dikarenakan Liga Arab tidak berkonsultasi terlebih dahulu dengan Libya.

    Jumat kemarin, Liga Arab mengumumkan bahwa Mesir telah meminta diadakannya pertemuan darurat untuk membahas perkembangan terbaru di Libya.

    Satu hari kemudian, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mewacanakan penggunaan kekuatan militer dalam konflik Libya.

    "Segala intervensi langsung dari negara Mesir di Libya kini secara internasional sudah memiliki legitimasi," klaim Sisi kala itu, usai memeriksa unit militer di sebuah pangkalan udara dekat perbatasan Libya.

    Ia mengatakan kota Sirte dan pangkalan udara al-Jufra di Libya merupakan "garis merah" bagi Libya. Jika dua area itu diserang, maka Sisi mengancam akan mengerahkan kekuatan militer.

    Menurut Sisi, tujuan utama dari intervensi di Libya adalah melindungi perbatasan barat Mesir yang membentang sepanjang 1.200 kilometer. Selain itu, tujuan intervensi adalah membantu memediasi gencatan senjata dan memulihkan stabilitas di Libya.

    Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Libya, Taher El-Sonni, menegaskan bahwa Libya adalah negara independen yang memiliki integritas wilayah. Selain itu, Libya juga bukan sebuah negara yang berbatasan dengan Mesir.

    Pernyataan Sisi pada akhir pekan kemarin terlontar di tengah intervensi Turki dalam konflik Libya. Turki adalah negara yang mendukung GNA. Sedangkan rival GNA, yakni Pasukan Nasional Libya (LNA), didukung Mesir, Rusia, dan Uni Emirat Arab.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id