Mengenal Nilai Tepi Barat yang Sudah Diincar oleh Israel

    Fajar Nugraha - 30 Juni 2020 17:17 WIB
    Mengenal Nilai Tepi Barat yang Sudah Diincar oleh Israel
    Permukiman Israel di Revava yang berada di wilayah Palestina. Foto: AFP
    Tepi Barat: Tepi Barat adalah wilayah Palestina yang dipegang sejak 1967 oleh Israel. Kini Israel berupaya untuk mencaplok sebagian wilayah itu.

    Pemerintah Israel berencana pada 1 Juli untuk mengumumkan jadwal pencaplokannya sebagaimana diusulkan dalam rencana perdamaian dari Amerika Serikat. Namun, patut diperhatikan seberapa besar Tepi Barat yang diincar oleh Israel.

    Populasi

    Tepi Barat, yang direbut oleh Israel dalam perang Timur Tengah 1967, meliputi 5.655 kilometer persegi. Letak wilayah ini berada
    di antara Israel dan Yordania.

    Sekitar 450.000 warga Israel yang menetap di permukiman Tepi Barat yang dianggap ilegal oleh komunitas internasional bersama lebih dari 2,8 juta warga Palestina.

    Baca: PM Israel Isyaratkan Penundaan Aneksasi Tepi Barat.

    Menurut data yang dikumpulkan oleh LSM antipemukiman Israel, Peace Now, jumlah rumah yang disetujui di permukiman hampir dua kali lipat sejak Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat (AS). Trump dikenal sebagai seorang pendukung garis keras Israel.

    Mayoritas dari sekitar 130 permukiman Israel berada di blok, dihubungkan oleh jalan yang dikontrol oleh militer Israel.

    Sekitar 10.000 pemukim tinggal di Lembah Yordan, tanah pertanian yang merupakan hampir 30 persen dari Tepi Barat, menurut data dari pemerintah Israel dan LSM.

    Sekitar 65.000 warga Palestina tinggal di zona yang sama, termasuk 20.000 di kota Jericho, menurut kelompok antipemukiman Israel B'Tselem.

    Zona

    Perjanjian Oslo tentang pemerintahan sendiri yang ditandatangani oleh Israel dan Palestina pada 1990-an membagi Tepi Barat menjadi Area A, B dan C.

    Area C, di bawah kendali penuh Israel, merupakan sekitar 60 persen dari Tepi Barat. Permukiman dan bagian dari Lembah Yordan yang ingin dicaplok Israel sebagian besar berada di Area C.

    Otoritas Palestina mempertahankan kontrol atas 40 persen sisanya di Tepi Barat, yang terutama merupakan daerah perkotaan.

    Ekonomi

    Menurut Bank Dunia, tingkat kemiskinan di antara Palestina Tepi Barat adalah 14 persen.

    Tingkat pengangguran adalah 18 persen pada tahun 2018, kata kantor Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah (UNSCO).

    Baca: Menhan Israel Ingin Tunda Aneksasi Tepi Barat.

    Sekitar 120.000 warga Palestina bekerja di Israel dan permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki setiap hari sebelum pandemi virus korona.

    Menurut UNSCO, upah harian rata-rata di sektor swasta Tepi Barat adalah 118 shekel atau sekitar Rp485.552, dibandingkan dengan 238 shekel atau sekitar Rp979.335 di Israel dan permukiman Israel.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id