AS dan Israel Bentuk Tim Bahas Konsulat Palestina

    Medcom - 21 Oktober 2021 21:47 WIB
    AS dan Israel Bentuk Tim Bahas Konsulat Palestina
    Warga di Kota Nablus, di Tepi Barat saat perayaan Maulid Nabi. Foto: AFP



    Tel Aviv: Para pejabat Israel mengatakan, tim gabungan akan mengadakan negosiasi rahasia terkait pembukaan kembali Konsulat Amerika Serikat (AS) bagi para warga Arab Palestina di Yerusalem. Hal ini disampaikan kepada jurnalis Israel, Barak Ravid dari Axios pada Rabu, 20 Oktober 2021.

    Dilansir dari Israel National News, Kamis, 21 Oktober 2021, konsulat tersebut menangani hubungan dengan warga Arab Palestina. Sebelumnya, ditutup oleh mantan Presiden AS, Donald Trump. 

     



    Kini, Presiden AS, Joe Biden diketahui telah berjanji untuk membukanya kembali, namun Biden membutuhkan persetujuan dari Pemerintah Israel. Sementara itu, pejabat senior di pemerintahan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett melihat masalah konsulat sebagai 'kentang panas' politik yang dapat menggoyahkan koalisi berat mereka.

    Dalam pertemuan di Gedung Putih pada Agustus lalu, Biden mengatakan kepada Bennet, ia tidak akan meninggalkan rencananya untuk kembali membuka konsulat di Yerusalem, yang memicu pertengkaran besar antara pemerintah.

    Jurnalis berusia 41 tahun tersebut pun melaporkan, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid membahas masalah konsulat selama pertemuan mereka di Washington DC, AS, pada Rabu, 20 Oktober 2021.

    Lapid mendorong kembali posisi AS, dengan mengatakan, “Saya tidak tahu bagaimana menyatukan koalisi ini, jika anda membuka kembali konsulat.”

    Blinken mengatakan, ia memahami situasi politik yang sensitif dan ingin memulai dialog untuk mencari solusi. Para menteri luar negeri beserta satu atau dua ajudan dari masing-masing pihak mengusulkan pembentukan tim kecil guna membahas permasalahan tersebut.

    Lapid dilaporkan setuju. Namun, Lapid mengatakan, ingin menunda dialog semacam ini hingga setelah pemerintah Israel mengeluarkan anggaran pada minggu pertama November mendatang.

    Sebelumnya, Pemerintahan Biden telah memutuskan untuk menunda pembukaan kembali konsulat AS di Yerusalem sampai setelah anggaran disetujui di Israel. Juru bicara dari Lapid pun mengatakan, belum terdapat pembentukan tim.

    Jubir tersebut menegaskan kembali, Lapid telah membuat penentangannya terhadap pembukaan kembali konsulat secara jelas dalam semua pertemuannya di Washington DC, AS. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id