Cerita Jemaah Indonesia Bersyukur Terpilih Ikut Haji, Puji Layanan Arab Saudi

    Medcom - 21 Juli 2021 19:05 WIB
    Cerita Jemaah Indonesia Bersyukur Terpilih Ikut Haji, Puji Layanan Arab Saudi
    Umat Muslim kembali menjalani haji yang dibatasi dengan ketat oleh pemerintah Arab Saudi. Foto: AFP



    Mekkah: Pemerintah Arab Saudi mengizinkan 60 ribu warga dan penduduknya menunaikan ibadah haji tahun ini. Dari jumlah itu, 0,5 persen adalah warga Indonesia.

    Mereka mengungkapkan rasa syukur bisa terpilih, memuji pelayanan yang luar biasa, dan tidak keberatan membayar ONH 400 persen lebih tinggi. Namun, para jemaah belum selesai mengungkapkan rasa syukur karena terpilih dan memuji pelayanan yang luar biasa.

     



    Konjen Indonesia di Jeddah Eko Hartono terpilih untuk berhaji tahun ini. Ia merasakan kenyamanan berhaji pada masa pandemi. “Dengan adanya covid ini, kita lebih nyaman memang karena jemaahnya kan lebih sedikit. Tawaf enak, sa’i enak juga, tidak uyel-uyelan, tidak desak-desakan,” ujar Konjen Eko, dikutip dari VOI Indonesia, Rabu 21 Juli 2021.

    Cerita Jemaah Indonesia Bersyukur Terpilih Ikut Haji, Puji Layanan Arab Saudi
    Konjen RI di Jeddah Eko Hartono. Foto: VOA Indonesia

    Sementara seorang ibu rumah tangga, Nur Ainun Sinambela mengaku bisa merasakan kenyamanan yang luar biasa ketika tawaf di Masjidil Haram. “Saya selalu bisa berada di posisi yang aman, di posisi lingkaran kecil, tanpa disentuh orang. Itu yang saya rasakan, nyamannya di situ,” ungkapnya.

    Ini bukan pertama kali Eko dan Nur menjalankan ibadah haji. Jadi, mereka mengatakan, bisa merasakan bedanya pelayanan kali ini. “Di Mina kami tinggal dalam tenda yang bagus, luas, dan hanya diisi enam orang,” kata Nur, yang sempat menangis ketika ditolak berhaji tahun lalu dan pengumuman terpilih berhaji tahun ini lebih lambat dari yang diterima suaminya, Windratmo Suwarno yang juga terpilih berhaji tahun ini.

    Di Arafah, Nur menambahkan, jemaah juga bisa khusyuk beribadah karena berada dalam tenda sehingga tidak harus kepanasan di luar.

    Tahun ini, panitia mengandalkan sistem digital. Informasi jemaah ada dalam kartu pintar. Jemaah juga dibiarkan beribadah sesuai keinginan, tanpa pendamping.

    Bagi Eko, itu adalah kenyamanan lain. “Nah, malah lebih tenang. Tidak harus mencari-cari siapa gitu. Saya jalan sendiri, merdeka. Paling jam sekian harus sudah ke bus. Jadi, malah enak. Malah mantap bisa lebih nyaman, tenang, tanpa harus mengumpulkan teman-teman,” jelasnya.

    Pandemi memaksa pemerintah Arab Saudi kembali mengadakan ibadah haji dengan jumlah jemaah terbatas. Menurut kementerian haji negara itu, sekitar 558 ribu orang mendaftar untuk berhaji tahun ini namun hanya diizinkan 60 ribu, itupun khusus untuk warga Arab Saudi dan ekspatriat yang berada di sana. Dari jumlah itu, 327 atau 0,5 persen adalah warga Indonesia.



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id