Pemerintah Baru Israel Izinkan Pawai Kontroversial di Yerusalem

    Willy Haryono - 15 Juni 2021 08:25 WIB
    Pemerintah Baru Israel Izinkan Pawai Kontroversial di Yerusalem
    Pasukan Israel menghadapi demonstran Palestina di Gerbang Damaskus, Yerusalem Timur pada 18 Mei 2021. (EMMANUEL DUNAND / AFP)



    Washington: Pemerintah baru Israel mengizinkan pawai kelompok sayap kanan di sekitar Kota Tua Yerusalem. Izin diberikan meski pihak keamanan Israel maupun otoritas Palestina memperingatkan pawai semacam itu dapat kembali memicu konflik kekerasan.

    Dilansir dari laman voanews, pawai kelompok ultranasionalis Israel dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 15 Juni 2021.

     



    Pawai ini akan menjadi salah satu tes awal bagi pemerintahan baru Israel di bawah Perdana Menteri Naftali Bennett.

    Pemerintahan koalisi Bennett terbentuk dari beragam spektrum politik, termasuk partai yang mengusung kepentingan etnis Arab.

    Baca:  Pengamat: Dukungan Partai Arab di Koalisi Israel Bisa Untungkan Palestina

    Pada setiap tahunnya, kelompok ultranasionalis Israel menggelar pawai dalam memperingati Hari Yerusalem. Perayaan digelar dalam memperingati direbutnya Yerusalem Timur oleh Israel dalam Perang 1967.

    Biasanya pawai ini melibatkan ratusan pemuda Israel yang mengibarkan bendera melewati rute kawasan Muslim di Yerusalem melalui Gerbang Damaskus. Pawai semacam ini dipandang sebagian besar warga Palestina sebagai provokasi yang disengaja.

    Awalnya pawai tahun ini dijadwalkan pada 10 Mei lalu. Kala itu, ketegangan antara Palestina dan Israel relatif tinggi usai terjadinya bentrokan kedua kubu di kompleks Masjid Al-Aqsa. Ketegangan juga dipicu rencana penggusuran sejumlah keluarga di wilayah Sheikh Jarrah.

    Kelompok Hamas kemudian melepaskan rentetan roket ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat Palestina di Al-Aqsa. Israel membalasnya dengan serangan udara, dan perang selama 11 hari pun terjadi. Lebih dari 250 warga Palestina tewas, sementara di kubu Israel berjumlah 13.

    Melihat adanya potensi konflik lanjutan, kepolisian Israel sempat meminta agar pawai tahun ini menghindari rute wilayah Muslim yang melewati Gerbang Damaskus di Yerusalem.

    Omer Bar-Lev, menteri baru kabinet Bennett yang menangani kepolisian, mengaku sudah bertemu jajaran aparat keamanan untuk mengkaji rencana pawai ultranasionalis.

    "Saya rasa polisi sudah sangat bersiap untuk menjaga keamanan publik," tutur Bar-Lev.

    Ia tidak memaparkan detail mengenai rute pawai, namun media Israel menyebutkan kelompok ultranasionalis akan berjalan melewati Gerbang Damaskus, tapi tidak masuk ke wilayah Muslim di Yerusalem.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id