Jalur Gaza Memulai Vaksinasi Covid-19

    Willy Haryono - 23 Februari 2021 06:00 WIB
    Jalur Gaza Memulai Vaksinasi Covid-19
    Seorang tenaga kesehatan menyiapkan satu dosis vaksin Sputnik V di Jalur Gaza pada Senin, 22 Februari 2021. (MAHMUD HAMS/AFP)



    Gaza: Jalur Gaza memulai vaksinasi Covid-19 pada Senin, 22 Februari, usai kedatangan vaksin yang didonasikan oleh Rusia dan Uni Emirat Arab. Di awal vaksinasi, jajaran tenaga kesehatan dan pejabat menerima suntikan dosis pertama vaksin Sputnik V di hadapan kamera.

    Medhat Mahisen, perwakilan dari Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan bahwa target pertama vaksinasi adalah tenaga kesehatan yang bertugas menangani pasien Covid-19.






    Baca:  Gaza Terima 20 Ribu Vaksin Sputnik V dari Uni Emirat Arab

    Ia mendorong warga Gaza untuk mendaftar secara daring, agar nantinya bisa segera divaksinasi setelah semua tenaga kesehatan telah menerima vaksin.

    "Saya bangga sektor kesehatan mampu menangani situasi sulit seperti ini di tengah keterbatasan sumber daya," kata Riyad Zanoun, mantan menteri kesehatan Gaza usai menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19.

    Dua mantan menteri lainnya, Jawad al-Tibi dan Bassem Naeem, juga telah divaksinasi di Jalur Gaza -- area yang dikuasai kelompok Hamas.

    Otoritas Gaza mencatat total hampir 54 ribu kasus Covid-19, dengan tambahan 128 infeksi dalam 24 jam terakhir. Gaza dikepung blokade Israel dan Mesir sejak Hamas menguasai area tersebut dari faksi Fatah pada 2007.

    Jumlah vaksin yang tersedia saat ini di Gaza masih jauh dari kata cukup untuk memvaksinasi semua warga. Gaza dihuni sekitar dua juta orang, dengan 1,4 juta di antaranya adalah orang dewasa.

    Tepi Barat juga mengalami masalah pasokan vaksin. Otoritas Palestina (PA) telah memulai vaksinasi Covid-19 pada 2 Februari usai menerima 2.000 dosis vaksin dari Israel, dan 10 ribu lainnya dari Rusia. Sebanyak 2.000 dosis vaksin ditransfer pekan lalu ke Gaza usai mendapat izin dari Israel.

    PA berencana memvaksinasi 20 persen dari total warga Palestina melalui skema berbagi vaksin Covax. Namun, Covax yang diinisiasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum memulai distribusi vaksin dan juga masih kesulitan mengamankan cukup dosis bagi negara-negara berkembang.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id