Kapal Tanker Disita, Iran Minta Penjelasan dari Indonesia

    Marcheilla Ariesta - 25 Januari 2021 17:17 WIB
    Kapal Tanker Disita, Iran Minta Penjelasan dari Indonesia
    Kapal tanker berbendera Iran dan Panama disita Bakamla di Perairan Kalimantan. Foto: Bakamla.



    Teheran: Pemerintah Teheran meminta penjelasan dari Indonesia terkait penyitaan kapal berbendera Iran. Permintaan ini disampaikan sehari setelah Indonesia mengatakan telah menyita kapal tanker berbendera Iran dan Panama di perairannya.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh menuturkan penyitaan itu terjadi karena masalah teknis yang kerap terjadi di bidang perkapalan.






    "Organisasi Pelabuhan kami dan perusahaan pemilik kapal sedang mencari penyebab masalah ini dan menyelesaikannya," kata Khatibzadeh, dilansir dari Channel News Asia, Senin, 25 Januari 2021.

    Pada akhir pekan kemarin, Indonesia mengatakan, Badan Keamanan Laut (Bakamla) telah menyita kapal tanker MT Horse berbendera Iran dan MT Freya berbendera Panama atas dugaan transfer minyak ilegal di perairan lepas provinsi Kalimantan. Namun, menurut Khatibzadeh kapal tersebut memiliki masalah teknis.

    "Kapal tanker pertama kali terdeteksi pada pukul 05.30 pagi waktu setempat, menyembunyikan identitas mereka dengan tidak menunjukkan bendera nasional mereka, mematikan sistem identifikasi otomatis dan tidak menanggapi panggilan radio," kata juru bicara Bakamla, Wisnu Pramandita.

    Wisnu menuturkan jika kapal-kapal itu 'tertangkap tangan' memindahkan minyak dari MT Horse ke MT Freya. Ia menambahkan, bukti tudingan mereka adalah adanya tumpahan minyak di sekitar kapal tanker penerima.

    Ia menambahkan 61 awak kapal itu adalah warga negara Iran dan Tiongkok. Semuanya kini sedang ditahan.

    Organisasi Maritim Internasional mengharuskan kapal menggunakan transponder untuk keselamatan dan transparansi. Awak kapal bisa mematikan perangkat jika ada bahaya pembajakan.

    Namun, transponder sering kali ditutup untuk menyembunyikan lokasi kapal selama aktivitas terlarang dilakukan.

    Kedua supertanker ini masing-masing dapat membawa 2 juta barel minyak.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id