Pelajar RI di Iran Diimbau Tetap Belajar Selama Pandemi

    Willy Haryono - 23 Maret 2020 10:49 WIB
    Pelajar RI di Iran Diimbau Tetap Belajar Selama Pandemi
    Warga mengenakan masker saat beraktivitas di area Grand Bazaar di Teheran, Iran, 18 Maret 2020. (Foto: AFP)
    Teheran: Semua warga negara Indonesia di Iran diimbau untuk terus mengikuti arahan pemerintah setempat di tengah pandemi penyakit virus corona (covid-19). Khusus untuk pelajar RI, mereka semua diimbau untuk tetap belajar dari rumah secara daring (online) meski situasi di Iran saat ini kurang kondusif.

    Iran merupakan negara dengan jumlah kematian tertinggi akibat covid-19 setelah Italia di luar Tiongkok. Virus tersebut pertama kali muncul di Negeri Tirai Bambu pada akhir Desember 2019.

    Berikut tujuh imbauan Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran untuk seluruh pelajar asal Indonesia di negara tersebut:

    1. Mengikuti sepenuhnya arahan dan imbauan pemerintah setempat serta KBRI Teheran terkait peningkatan kewaspadaan dan upaya pencegahan terjangkit covid-19.

    2. Rutin memantau perkembangan dan mengikuti informasi terbaru terkait penyebaran covid-19. Pelajar juga diimbau mengikuti petunjuk dan arahan otoritas kesehatan setempat, termasuk aktif mengikuti informasi di berbagai media sosial KBRI Teheran.

    3. Aktif berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak kampus, otoritas kesehatan dan KBRI Teheran terkait kondisi kesehatan masing-masing.

    4. Tidak menjadikan kasus penyebaran covid-19 sebagai penghambat aktivitas belajar secara keseluruhan. Tetap melakukan aktivitas perkuliahan online untuk kampus-kampus yang masih menyelenggarakan.

    5. Siap berperan aktif bersama KBRI Teheran sebagai perwakilan pemerintah Republik Indonesia di Iran untuk menjadi bagian dari gerakan masyarakat Indonesia dan gerakan global melawan covid-19.

    6. Bijak menggunakan media sosial, dengan hanya memberikan dan menyebarkan informasi benar dan terkonfirmasi mengenai situasi di Iran.

    7. Sesama pelajar untuk tetap bersatu padu, bekerja sama, dan saling memantau kondisi kesehatan, serta memastikan arahan otoritas kesehatan setempat dan KBRI Teheran terlaksana dengan baik.

    Berdasarkan data terbaru Univwrsitas Johns Hopkins, Senin 23 Maret 2020, jumlah kasus covid-19 di Iran telah melampaui 21 ribu. Sementara jumlah kematian akibat virus tersebut mencapai 1.685, dan pasien sembuh 7.931.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id