Serangan Israel ke Suriah Diduga Targetkan Senjata Iran

    Fajar Nugraha - 07 Desember 2021 17:04 WIB
    Serangan Israel ke Suriah Diduga Targetkan Senjata Iran
    Jet tempur Israel dalam sebuah manuver di udara. Foto: AFP



    Latakia: Serangan udara Israel yang diarahkan di Pelabuhan Latakia, Suriah, diklaim menghantam pengiriman senjata Iran. Ini adalah serangan pertama di fasilitas utama itu.

    “Serangan Israel secara langsung menargetkan pengiriman senjata Iran di halaman kontainer," kata organisasi Syrian Observatory for Human Rights, seperti dikutip AFP, Selasa 7 Desember 2021.

     



    Media pemerintah Suriah melaporkan serangan di halaman peti kemas di pelabuhan Latakia tanpa merinci apa yang ditargetkan.

    Observatory, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris dengan jaringan luas sumber di lapangan di seluruh Suriah, mengatakan serangan itu memicu serangkaian ledakan.

    “Kerugian material yang besar terjadi dalam serangan itu, tetapi tidak ada laporan langsung tentang korban,” imbuh organisasi tersebut.

    Baca: Pelabuhan Suriah Dihantam Serangan Udara Israel.

    Menurut kantor berita pemerintah Suriah, SANA, serangan itu terjadi pada pukul 01:23.

    "Pertahanan udara kami memukul mundur agresi Israel di Latakia," kata pihak SANA, seraya menambahkan bahwa sejumlah kontainer terbakar dalam serangan itu.

    Latakia adalah pelabuhan utama Suriah paling utara, dan terletak sekitar 230 kilometer utara Damaskus.

    Foto dan rekaman yang diterbitkan oleh SANA menunjukkan kebakaran di halaman tetapi televisi pemerintah kemudian mengatakan bahwa petugas pemadam kebakaran telah mengendalikan api.

    Israel jarang berkomentar tentang serangan udara yang dilakukan di Suriah tetapi telah berulang kali mengatakan tidak akan membiarkan musuh bebuyutannya Iran memperluas jejaknya di Suriah.

    Sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011, Israel telah melakukan ratusan serangan udara di wilayah Suriah, menargetkan posisi pemerintah serta pasukan sekutu yang didukung Iran dan pejuang Hizbullah.

    Menurut Syrian Observatory for Human Rights, pada 24 November, serangan rudal Israel di barat provinsi Homs menewaskan lima orang.

    “Dalam dua serangan terpisah Israel pada Oktober, lima milisi pro-Iran tewas di dekat ibu kota Suriah, Damaskus. Sementara sembilan pejuang pro-pemerintah tewas di dekat pangkalan udara T4 di timur Palmyra di Suriah tengah,” sebut mereka.

    Iran telah menjadi pendukung utama pemerintah Suriah dalam konflik yang telah berlangsung selama satu dekade. Mereka diklaim membiayai, mempersenjatai, dan memimpin sejumlah kelompok milisi Suriah dan asing yang bertempur bersama angkatan bersenjata reguler, di antaranya kelompok Hizbullah yang kuat di Lebanon.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id