comscore

Batik Indonesia Hadir dalam Penggalangan Dana Panti Asuhan di Kenya

Willy Haryono - 21 November 2021 16:07 WIB
Batik Indonesia Hadir dalam Penggalangan Dana Panti Asuhan di Kenya
KBRI Nairobi menghadirkan batik dalam acara penggalangan dana untuk panti asuhan di Nairobi, Kenya. (KBRI Nairobi)
Nairobi: Warisan budaya Batik Indonesia dikenalkan kepada belasan Duta Besar Asing di Nairobi, Kenya, dalam acara promosi kebudayaan dan ekonomi di Wisma Duta Besar RI di KBRI Nairobi. Batik telah terdaftar sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, badan PBB yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.

Acara "Indonesian Cultural Day" tersebut menampilkan batik sebagai tema utama acara. Para peserta mendapatkan pengenalan mengenai sejarah, makna, dan proses pembuatan batik, yang diikuti oleh peragaan busana Batik serta demonstrasi berbagai cara pemakaian kain batik.

 



Adapun berbagai pakaian dan kain Batik yang ditampilkan merupakan koleksi pribadi isteri Duta Besar RI untuk Kenya, Ibu Zulfah Nahdliyati Saripudin.

Pada kegiatan tersebut, perkumpulan istri dan suami Duta Besar asing di Nairobi yang tergabung dalam SHOM (Spouse of Heads of Mission) melakukan penggalangan dana untuk beberapa sekolah yang membutuhkan, antara lain Panti Asuhan Al Anisa. Turut mendukung acara tersebut adalah perusahaan Indofood setempat, Salim Wazaran Co. Ltd., yang memproduksi Indomie untuk Kawasan Afrika Timur.

General Manager Agus Susanto menyampaikan cek secara simbolis senilai 100.000,- Shilling Kenya (atau sekitar USD1.000,-) serta 30 dus Indomie.

"Kita semua telah merasakan sambutan hangat dan kebaikan tidak saja dari pemerintah, tetapi juga masyarakat di negara Kenya ini. Melalui kegiatan penggalangan dana inilah, saatnya bagi kita untuk berbagi kepada masyarakat setempat," ucap Dubes Indonesia untuk Kenya, Dr. Mohamad Hery Saripudin, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Minggu, 21 November 2021.

Para dubes dan istri/suami yang hadir sangat terkesan, tidak saja dengan berbagai desain dan motif, namun khususnya terkait sejarah serta budaya Batik yang diakui memiliki pengaruh ke benua Afrika. Kesan dan apresiasi yang diberikan tidak saja hanya dalam ucapan, namun juga pembelian Batik yang tersedia pada bazar untuk penggalangan dana yang dilakukan.

"Sangat menarik melihat koneksi budaya antara Afrika dan Indonesia, pengaruh (Batik) yang dibawa oleh Indonesia ke Afrika," sebut Dubes Swedia, Caroline Vicini, yang juga membeli berbagai kain batik.

Baca:  KBRI Nairobi Pulangkan 12 ABK WNI yang Telantar di Somalia


(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id