Berbisnis di Afrika? Datang, Jangan Hanya Mendengar

    Fajar Nugraha - 19 November 2020 09:07 WIB
    Berbisnis di Afrika? Datang, Jangan Hanya Mendengar
    Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur. Foto: Dok.KBRI Addis Ababa
    Addis Ababa: Potensi kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara-negara Afrika sangat besar. Afrika adalah tempat strategis dan pasar yang sangat menjanjikan untuk berdagang atau berinvestasi.

    Jumlah penduduk Afrika yang mencapai 1,3 miliar, pertumbuhan ekonomi tinggi dan negara-negara di Afrika mendapat banyak kemudahan ekspor oleh berbagai negara maju Eropa dan Amerika.

    “Untuk memanfaatkan pasar besar Afrika, pengusaha atau pelaku bisnis Indonesia sebaiknya datang untuk melihat langsung potensi Afrika, jangan hanya mendengar kata orang atau kabar dari jauh. Melihat langsung akan membuat percaya, untuk kemudian memulai usaha,” ujar Al Busyra Basnur, Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis 19 November 2020.

    Hal itu mengemuka dalam Bisnis Forum virtual bertajuk “Menuju Pasar Afrika, Perspektif dan Pengalaman Pelaku Bisnis Indonesia di Afrika,” yang dipandu oleh Evita Chaesara, seorang diplomat muda Indonesia. Forum tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar RI Addis Ababa bekerjasama dengan Direktorat Afrika, Kementerian Luar Negeri RI, Rabu 18 November 2020.

    Hadir sebagai pembicara adalah Irman Adi Purwanto Moefthi, Atase Perdagangan RI di Kairo; Bagus Wicaksena, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos, Nigeria, dan Anggun Paramita Mahdi, Kepala ITPC Johannesburg, Afrika Selatan.

    Sedangkan pembicara pelaku bisnis Indonesia di Ethiopia adalah Rudy Dharmawan, General Manager Salim Wazaran Yahya Plc. anak perusahaan Indofood Sukses Makmur Tbk dan Adrianto Juliar Salam, Deputy General Manager Salim Wazaran Yahya Plc.

    “Forum yang dihadiri sekitar 180 orang dari berbagai daerah Indonesia itu, bertujuan mendorong pelaku bisnis Indonesia untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dengan negara-negara Afrika,” tutur Dubes Al Busyra.

    “Pada tahun 2019, terdapat enam negara di Afrika yang masuk dalam 10 negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia, yaitu Rwanda 8,7 persen, Ethiopia 7,4 persen, Pantai Gading 7,4 persen, Ghana 7,1 persen, Tanzania 6,8 persen dan Benin 6,7 persen,” tambah Al Busyra.

    Tentunya fakta-fakta tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengusaha-pengusaha Indonesia untuk membuka lebih banyak peluang di Afrika. Sebagai pasar non-tradisional, Afrika sangat memberikan potensi besar bagi Indonesia.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id