WNI Disiksa Majikan di Jeddah, Kepalanya Terluka

    Marcheilla Ariesta - 14 Juli 2020 12:53 WIB
    WNI Disiksa Majikan di Jeddah, Kepalanya Terluka
    Ilustrasi kekerasan. Foto: Medcom.id.
    Jeddah: Pekerja migran Indonesia (PMI) kembali menjadi korban penyiksaan di luar negeri. Kali ini menimpa Sulasih binti Sukiran Sadli di Jeddah, Arab Saudi.

    Sulasih merupakan PMI ilegal yang ditempatkan tanpa prosedur dengan menggunakan visa ziarah. Keluarga meminta bantuan KJRI Jeddah untuk memproses kepulangan kerabat mereka yang kini berada di rumah sakit.

    Selain itu, keluarga juga meminta pendampingan advokasi ke Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI). Mereka mengatakan Sulasih kini berada di Rumah Sakit King Fahd Jeddah dengan keadaan luka berat di sekujur tubuh.

    "Jelas ini pelanggaran kemanusiaan biadab yang dilakukan warga Saudi, pengguna jasa pekerja migran Indonesia di Jeddah. Melihat kondisi tubuhnya yang penuh dengan luka di kepala, sepertinya dibenturkan dengan benda keras," kata Anggi, anak Sulasih, dikutip dari pernyataan Dewan Perwakilan Luar Negeri SBMI yang diterima Medcom.id, Selasa, 14 Juli 2020.

    Dia menambahkan telinga Sulasih bengkak dan di kedua tangannya ada bekas setrika. Anggi berharap KJRI Jeddah bisa memberikan perlindungan sehingga ibunya dapat perawatan dan bisa dipulangkan setelah pemulihan.

    Suib Darwanto, ketua SBMI Jeddah mengetahui insiden ini segera ke KJRI Jeddah untuk membahas hal terkait keadaan yang diterima Sulasih. Menurut SBMI, Kepala Staf Teknis Tenaga Kerja KJRI Jeddah, Muhammad Yusuf, mengonfirmasi kejadian tersebut.

    KJRI Jeddah sudah menindaklanjuti hal tersebut dan memastikan Sulasih mendapat perawatan di rumah sakit.

    Sulasih dilaporkan berangkat pada 17 November 2019. Dia diberangkatkan oleh perekrut calo.

    SBMI menuturkan dari keterangan Anggi, bahwa saat Sulasih berangkat, dia tidak diperbolehkan didampingi keluarga. Begitu tiba di Jeddah, baru dua bulan bekerja sudah mendapat perlakuan tidak enak dari majikan wanitanya.

    "Di waktu itu ibu masih pegang hp, kasih kabar sama keluarga di rumah. Selang 1 bulan sudah lost contact dengan keluarga," tuturnya.

    Sulasih baru menghubungi keluarganya lagi saat Lebaran hari pertama. Menurut Anggi, saat itu di sebelah ibunya ada majikan perempuan dan waktu untuk bertelepon dibatasi.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id