SADAT, Pasukan Bayangan Diduga Milik Turki yang Siap Bela Erdogan

    Fajar Nugraha - 16 September 2020 16:02 WIB
    SADAT, Pasukan Bayangan Diduga Milik Turki yang Siap Bela Erdogan
    Turki disebut-sebut tengah melebarkan pengaruh militer di Timur Tengah. Foto: AFP
    Ankara: Turki dikabarkan memiliki tentara bayangan untuk melakukan tugas pertempuran rahasia. SADAT Defense digadang-gadang siap melakukan pertempuran untuk Turki setiap kali dibutuhkan.

    Kelompok yang diyakini sebagai kontraktor militer itu, mengklaim bahwa layanan konsultasi dan pelatihan kepada pihak militer. Mereka juga bergerak dalam sektor keamanan swasta.

    Para penentang Presiden Recep Tayyip Erdogan percaya bahwa SADAT juga bertindak sebagai tentara pribadinya, yang siap untuk berperang sesuai keinginannya. Sementara pihak lain turut membandingkan SADAT dengan  Grup Wagner  dari Rusia, yang melakukan operasi luar negeri untuk Kremlin dan Vladimir Putin.

    Oposisi Erdogan mengatakan bahwa organisasi tersebut secara aktif melatih elemen militan di Suriah dan lokasi lain di Timur Tengah. SADAT diyakini dipimpin oleh orang kepercayaan dekat Erdogan, Adnan Tanriverdi. Dia dijuluki oleh beberapa orang, paling kuat dalam hal penyewaan senjata.

    Tanriverdi adalah pensiunan brigadir jenderal di Angkatan Bersenjata Turki yang kemudian diangkat ke kabinet Erdogan sebagai kepala penasihat militer setelah percobaan kudeta 2016.

    Lokasi di mana organisasinya dilaporkan aktif, termasuk di Somalia dan Qatar, tempat Turki telah mendirikan pusat pelatihan militer. Kehadiran SADAT juga telah dilaporkan di pelabuhan Suakin di Sudan, pos terdepan yang berpotensi strategis untuk Turki,

    Misi yang dinyatakan perusahaan adalah "membangun hubungan antara negara-negara Islam dalam arti industri pertahanan dan militer." Perusahaan menambahkan pihaknya “ingin membantu dunia Islam untuk meraih derajat yang layak di antara kekuatan super dunia dan sebagai kekuatan militer yang mandiri”.

    Namun, Tanriverdi selalu membantah rumor kelam seputar organisasi militernya. "Kami belum mengirim tentara bayaran atau personel lain ke Suriah atau Libya," katanya kepada Telegraph, yang dikutip The Sun, Rabu 16 September 2020.

    "Saya ingin menyoroti lagi bahwa perusahaan kami bukanlah organisasi tentara bayaran. Kami tidak memiliki hubungan dengan organisasi atau kelompok teroris,” tegas Tanriverdi.

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id